• News

  • Peristiwa

Lakukan Simulasi Asian Games, BPTJ Biar Tambah Yakin

BPTJ  lakukan simulasi Asian Gamesiar agar tambah yakin.
BPTJ
BPTJ lakukan simulasi Asian Gamesiar agar tambah yakin.

JAKARTA, NNC - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan bersama instansi lainnnya akan kembali mengadakan simulasi lalu lintas untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta.

"Dari hasil rapat kemarin, Insya Allah (semoga) akan ada, kita siapkan simulasi sekali lagi untuk membuat pihak pelaksana lebih yakin, bahwa kegiatan yang tengah dikerjakan membawa manfaat luar biasa," kata Kepala BPTJ Kementerian Perhubungan Bambang Prihartono Kamis, (26/7/2018).

Ia menjelaskan masa uji coba Paket Kebijakan Transportasi Asian Games berakhir pada 31 Juli. "Semua paket kebijakan akan dievaluasi secara bersama-sama dan awal Agustus akan diputuskan kebijakan seperti apa yang akan dilaksanakan pada saat Asian Games berlangsung," kata Bambang.

Jelang pelaksanaan Asian Games 2018, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan, bersama dengan Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Dinas Perhubungan dan Transportasi Pemprov DKI Jakarta, dan PT Jasa Marga, menguji coba paket kebijakan yang tidak hanya terdiri atas rekayasa lalu lintas.

"Di samping itu ada penyediaan angkutan umum dan distribusi logistik. Ketiganya harus dijalankan secara bersamaan, tidak bisa hanya satu atau dua kegiatan saja. Harus semua," kata Bambang.

Untuk rekayasa lalu lintas, ada tiga kegiatan, yakni pertama, perluasan sistem ganjil genap di jalan arteri, kedua penyediaan lajur khusus di jalan tol dan arteri, dan ketiga, buka tutup pintu tol.

Untuk sosialisasi perluasan ganjil genap di sejumlah ruas jalan arteri di DKI Jakarta telah dilakukan sejal 2 sampai 17 Juli, sementara pada 18 hingga 31 Juli, petugas akan melakukan teguran dan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif.

Terakhir, mulai 1 Agustus sampai 4 September, petugas akan melakukan penindakan dengan menilang pengendara yang melanggar.

Dalam kesempatan itu, Bambang menekankan bahwa Asian Games merupakan pesta olahraga terbesar kedua setelah olimpiade.

"Kita jadikan momen Asian Games ini sebagai momentum perubahan dalam seluruh sektor. Kesuksesan Asian Games tidak hanya dari perolehan medali, tetapi bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja di sektor keuangan, transportasi, dan sebagainya," tandas Bambang dilansir Antara.

Editor : Sulha Handayani