• News

  • Peristiwa

Polisi Kesulitan Ungkap Pelempar Bom Molotov ke Rumah Mardani Ali Sera

 Kapolres Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Indarto.
NNC/Toar Sandy Purukan
Kapolres Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Indarto.

JAKARTA, NNC - Pihak Polres Bekasi Kota mengaku kesulitan mengungkapkan kasus pelemparan bom molotov ke rumah politisi PKS, Mardani Ali Sera. Selain kesulitan mengidentifikasi sidik jari yang ada di barang bukti, pihaknya juga belum mendapatkan titik terang dari keterangan saksi-saksi yang ada.

Kapolres Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Indarto mengatakan, sampai saat ini belum sampai mengarah kepada pelaku.

Menurutnya, polisi masih terus berupaya melakukan pendalaman demi mengungkap siapa pelaku pelemparan bom molotov tersebut.

"Terakhir pak Mardani diperiksa tapi kita melihat keterangan beliau, belum terlalu signifikan," ujar Indarto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/8/2018).

Kemudian terkait pemeriksaan pemeriksaan sidik jari yang ada pada barang bukti bom molotov, polisi juga belum mendapatkan titik terang meskipun pemeriksaan sidik jari sudah dinantikan oleh tim dari Jepang.

"Kita bahkan dibantu sama Jepang buat identifikasi untuk mengambil sidik jari di botol, tapi saya dengar mereka ada kesulitan karena botolnya itu terbuat dari benda yang tidak bisa menyerap SGL. Apalagi kan posisinya sudah dipindah itu," tutur Indarto.

Dari CCTV yang diamankan pun belum mengarah ke para pelaku. "Ada beberapa CCTV (dianalisa-red), tapi belum mengarah," tambahnya.

Untuk diketahui, aksi pelemparan bom molotov ke rumah Mardani itu terjadi pada Kamis (19/7/2018) dini hari.

Dalam kasus tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu botol utuh berisi minyak dengan sumbu kain, serta satu botol yang ujungnya sudah terbakar.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Lince Eppang