• News

  • Peristiwa

Hindari Wagub Kompensasi, Dua Partai Pengusung Harus Sodorkan Kader Terbaik

Mardani Ali Sera dan M Taufik
kumparan
Mardani Ali Sera dan M Taufik

JAKARTA, NNC - Direktur Eksekutif Kajian Seputar Kota (Kasta), Didi O Affandi mendorong agar dua partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno, PKS dan Partai Gerindra agar masing-masing menyodorkan kader terbaiknya untuk nantinya dipilih secara demokratis menempati kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang lowong.

"Jangan ada wagub kompensasi. Hanya karena kadernya gagal menjadi cawapres Prabowo, lantas posisi wagub menjadi milik PKS," kata Didi saat dihubungi, Kamis (16/8).

Diketahui Sandiaga Salahuddin Uno mengundurkan diri sebagai wagub pada 10 Agustus lalu lantaran menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Saat ini, nama yang muncul sebagai pengganti Sandiaga adalah Mardani Ali Sera dari PKS dan M Taufik dari Gerindra. Proses pembahasan juga masih berlangsung di antara partai koalisi.

Menurut Didi, PKS dan Gerindra mempunyai hak yang sama untuk menjadi orang nomor dua di Pemprov DKI Jakarta.

Didi juga mengingatkan wagub DKI pengganti Sandiaga harus diterima dan mampu bekerjasama dengan gubernur dan anggota DPRD.

"Wagub juga harus diterima warga ibukota. Jangan sampai wagub yang dipilih malah bikin resistensi," ujar Didi.

Gubernur DKI, Anies Baswedan mengatakan, sampai saat ini belum ada nama calon pengganti posisi Sandiaga Uno. Tapi dia bilang, nama wakil gubernur nantinya akan diusulkan dari PKS.

Anies mengungkapkan, ada dua partai pengusung yang akan mencalonkan nama wakil gubernur DKI pengganti Sandi. Dua partai tersebut adalah Gerindra dan PKS.

"Setahu saya sudah ada kesepakatan antara Gerindra dan PKS bahwa yang mengusulkan nanti adalah PKS,” ujar Anies seusai melepas api abadi Asian Games di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/8/2018).


Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Wulandari Saptono