• News

  • Peristiwa

Ini Alasan Mardani Sebut Timses Jokowi-Ma‘ruf ber-IQ 80

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.
NNC/Adiel Manafe
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.

JAKARTA, NNC - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menjelaskan maksud dari pernyataannya soal Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin ber-IQ 80.

Menurut Mardani, hal itu ia ungkapkan karena merasa heran melihat banyaknya TKN Jokowi-Ma'ruf yang mencapai 150 orang, namun tidak memiliki ketua. Ia juga menegaskan, sebutan IQ 80 bukan untuk menuduh IQ per orang dari timses Jokowi-Ma'ruf.

"Yang pertama, saya tidak menuduh mereka. Jadi saya bilang bisa jadi IQ per orangnya 120 tapi IQ komunal 80, tergantung pemimpinnya. Nggak ada tuduhan," kata Mardani di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018).

"Saya menyebut bahwa orang kan pandai-pandai tetapi tak ada pimpinan. Saya mengatakan pemimpin menentukan. Kalau nggak ada pemimpin, timses repot," sambungnya.

Pernyataannya soal IQ 80 ini menuai serangan balik dari kubu Jokowi-Ma'ruf, namun penggagas gerakan #2019GantiPresiden itu mengaku tak ambil pusing.

"Itu biarkan saja, haknya teman-teman menanggapi. Karena saya sendiri tidak menjelekkan mereka. Saya cuma heran kok nggak ada pemimpinnya. Ketua timsesnya nggak ada jadi semuanya jadi repot, jadi tergantung ketua timses, mau sepintar apa pun kalau ketua timsesnya nggak ada repot," ujar Mardani.

Sebelumnya, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menyerahkan daftar TKN Jokowi-Ma'ruf ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), dimana totalnya mencapai 150 anggota timses, namun minus nama ketua TKN.

Melihat hal itu, Mardani lantas menyentil tingkat intelegence quontient (IQ) atau kecerdasan intelektual TKN Jokowi-Ma'ruf dengan menyebut, secara kelompok,  IQ tim tersebut dibawah 100, meski secara personal bisa saja ada yang ber-IQ 120.

"Aneh semua lengkap sampai 150 nama tapi ketua nggak ada. Padahal bisa jadi IQ personal 120 tapi IQ komunal (kumpulan) bisa cuma 80 karena semua sangat tergantung ketua, ketua dan ketua," kata Mardani, Selasa (21/8/2018).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Lince Eppang