• News

  • Peristiwa

Soal Bom di Rumah Mardani, Polisi: Belum Dipastikan terkait Kapitra

Kapolres Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Indarto.
Otonominews
Kapolres Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Indarto.

JAKARTA, NNC - Sampai saat ini pihak Polres Bekasi Kota mengaku masih berupaya mengungkapkan kasus pelemparan bom molotov ke rumah politisi PKS, Mardani Ali Sera. Polisi pun belum dapat memastikan, apakah kejadian itu terkait dengan pelemparan bom molotov ke rumah Kapitra Ampera, mantan pengacara Pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab.

Kapolres Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Indarto mengatakan, sampai saat ini kasus Mardani masih belum terungkap.

Karena, lanjut Indarto, sidik jari yang ada di barang bukti belum dapat diidentifikasi. "Belum ada yang keangkat (sidik jari pelaku-red)," kata Indarto di Bekasi, Sabtu (25/8/2018).

Saat ditanya soal apakah kejadian yang menimpa Mardani ada hubungannya dengan yang terjadi di rumah Kapitra, ia menjawab belum dapat diketahui. "Belum, motif kita juga belum tentukan," ujarnya.

Meski belum ditemukan keterkaitan antara kejadian pelemparan bom molotov di rumah Mardani dan Kapitra, namun pihak Polres Bekasi Kota terus melakukan komunikasi dengan Polres Metro Jakarta Selatan.

"Sudah komunikasi tapi benang merah belum ada lah," tambahnya.

Untuk diketahui, aksi pelemparan bom molotov ke rumah Mardani itu terjadi pada Kamis (19/7/2018) dini hari.

Dalam kasus tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu botol utuh berisi minyak dengan sumbu kain, serta satu botol yang ujungnya sudah terbakar.

Sementara pelemparan bom molotov ke rumah Kapitra yang tercatat sebagai calon anggota legislatif PDI Perjuangan itu, terjadi pada Senin (6/8/2018) pukul 19.10 WIB.

 

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Widita Fembrian