• News

  • Peristiwa

Hari Ini, Seribu Perempuan Geruduk Kantor Bawaslu, Sikapi Gerakan #2019GantiPresiden

Penggiringan Emak-Emak pada gerakan #2019GantiPresiden secara massif
istimewa
Penggiringan Emak-Emak pada gerakan #2019GantiPresiden secara massif

JAKARTA, NNC- Menjelang Pilpres 17 April 2019, segala cara dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan pada event pesta demokrasi tersebut. Padahal, jika ditelaah, sebuah pesta termasuk demokrasi untuk pemilihan calon pimpinan seharusnya disambut dengan gembira dan penuh kebahagiaan oleh mempelai pasangan calon pilpres tersebut.

Namun, harapan tersebut sepertinya masih jauh panggang dari api. Betapa tidak, setiap kali ada momen politik, selalu ada pihak-pihak yang 'menjadi dan dijadikan' tumbal dari hajatan demokrasi tersebut.

Di Indonesia, kita bisa saksikan momen pemanfaatan semisal gerakan #2019GantiPresiden bergerak begitu masif yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan menggiring Emak-Emak alias kaum perempuan sebagai corong politik meraih kemenangan.

Diketahui, sejak dideklarasikannya gerakan #2019GantiPresiden oleh pentolan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera dan Neno Warisman yang belakangan ini ditolak di berbagai daerah, seakan tak ingin duduk diam.

Komunitas itu terus bergerak untuk meraih simpati dari masyarakat terutama kelompok-kelompok tertentu yang kesannya disuport oleh parpol oposisi.

"Politisasi dan penggiringan Emak-Emak pada gerakan #2019GantiPresiden secara massif merupakan bentuk eksploitasi terhadap perempuan,"kata Koordinasi Nasional (KORNAS) Ananda, penggagas diskusi tentang politisasi dan penggiringan Emak-Emak pada gerakan #2019GantiPresiden, di Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Ditambah lagi dengan menjual nama emak emak sebagai alat untuk menyerukan agar presiden mundur jika ingin mencalonkan kembali.

"Padahal sudah tercantum dalam undang-undang," jelas Ananda tercantum dalam Undangan diskusi membahas sisu terkini tentang pilpres dan pemilihan umum 2019.

"Untuk menyikapi hal tersebut kami dari Aliansi Perempuan Milenial Indonesia bermaksud untuk menggelar aksi unjuk rasa dengan estimasi massa 1000 orang di Kantor Bawaslu Jl. MT Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018)," tulis KORNAS dalam undangan diterima wartawan hari ini. 

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Wulandari Saptono