• News

  • Peristiwa

Soal QC, Refly Harun: Tak Perlu Habiskan Energi untuk Debat Tak Pasti

Pakar Hukum Tata Negera, Refly Harun
dok.Istimewa
Pakar Hukum Tata Negera, Refly Harun

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Hukum Tata Negera, Refly Harun mengajak semua pihak untuk bersabar menunggu perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait perolehan suara masing-masing pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pemilu 2019 yang sudah digelar pada 17 April 2019 kemarin.

Hal itu disampaikan Refly dalam akun media sosialnya, karena adanya perbedaan baiknya kita sama-sama menunggu perhitungan resmi KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu.

Refly juga meminta kepada semua pihak untuk sama-sama mengawal hasil pemungutan suara. Jadi tidak usah berdebat karena akan menghabiskan energi saja.

"Baiknya kita sama-sama menunggu perhitungan resmi dari KPU ketika ada perbedaan seperti saat ini. Yang penting sama-sama mengawal hasil penghitungan suara. Tidak perlu habiskan energi untuk berdebat hal yang akan kita dapatkan secara pasti melalui pengumuman KPU nanti," tulis Refly di akun Twitternya Rabu (17/4/2019).

Cuitan ahli hukum dan juga pengamat politik Indonesia ini direspon oleh para netizen dengan berbagai komentar. Berikut komentar para netizen menanggapi cuitan Refly Harun yang terpantau Netralnews, Kamis (18/4/2019).

@segopecels: Secara resmi memang pake hitung manual KPU.Tapi jangan sampai anak2 muda jadi malas belajar statistik ya..
QC itu penting dan ada ilmunya,mencerminkan indikasi,ada margin errornya.. Saya yakin para petinggi2 kontestan dlm hatinya sdh tahu hasil akhirnya.

‏@Oman_Sign: Kita anggap aja perdebatan ini bagian dari proses pengawalan perhitungan, bahkan mungkin mmg hrs 'diributkan' sebab ada kejanggalan saat QC mulai tayang, belum lagi kejanggalan2 yg terjadi di TPS, seperti surat suara sudah tercoblos pada salah satu paslon,dll...

@gus_sub: Saya meragukan KPU prof melihat kecurangan yg sangat masif di beberapa daerah.

@muzziarto: Yg anda maksudkan perbedaan apanya prof ?,
QC adlah sebuah produk ilmiah yg sudah terbukti  di ratusan pilkada dan pilpres dgn margin error dibawah 1%,anda sebut perbedaan dgn klaim sepihak dgn QC internal..?,
Simple kan cara menilainya..

@sasana_awie: Sebaiknya memang begitu pak. Sebab sebagian orang masih meragukan metodologi yg ilmiah. Sama seperti keraguan orang akan bentuk bumi yg bundar. Mereka baru bisa percaya kalau sudah menyaksikannya sendiri. Kalau ditunjukkan bukti maka itu akan disebut rekayasa saj. Salam

@Ifraim71354764: Memang sangat butuh kesabaran,maka sebaiknya perbanyak istiqfar

‏@Ozge_2017: Tapi kita tetap harus kritis & mengawal hasil perhitungan suara, bagaimana lagi, rasa kepercayaan terhadap @KPU_ID & @bawaslu_RI juga sudah hilang.

Reporter : Sesmawati
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya