• News

  • Peristiwa

Warga Asli Wamena Ungkap Perusuh yang Serang Warga Pendatang

Aktivis Permadi Arya dan Warga Wamena Roni
Istimewa
Aktivis Permadi Arya dan Warga Wamena Roni

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis Permadi Arya mengunjungi Papua pascakerusuhan di Wamena, Jayawijaya yang mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia dan ratusan rumah, kios hingga kantor pemerintahan dibakar massa anarkis pada Senin (23/9/2019) lalu.

Lewat akun Twitternya, Permadi  membagikan video aktivitas dia selama di Papua, mulai dari mengunjungi posko pengungsian di Lanud TNI AU Silas Papare Jayapura, hingga mewawancarai warga asli Wamena soal kerusuhan tersebut.

"Testimoni saksi hidup, ada massa tak dikenal, tetangga sembunyikan pendatang, ada permainan asing," tulis Permadi di akun Twitternya, @permadiaktivis.

"50 tahun Freeport & Cendana tidak pernah diobok-obok, sekarang dua-duanya diobok-obok langsung kerusuhan, monggo renungkan. Bantuan bisa kirim ke Posko Pengungsi Lanud TNI AU Silas Papare," cuit Permadi atau dikenal dengan sebutan Abu Janda.

Dalam video yang diunggah, Permadi bertanya ke salah satu warga Wamena bernama Roni yang menjadi saksi hidup dari kerusuhan di Wamena.

Berikut kutipan perbincangan Permadi dan Roni, sebagaimana dilihat netralnews.com dari akun Twitter @permadiaktivis, Jumat (4/10/2019).

Permadi: Bersama kita ini ada bang Roni, bang Roni adalah saksi hidup yang ada di Wamena pada saat kejadian. Jadi bang Roni ada disitu pada saat kejadian penganiayaan dan pembakaran itu?

Roni: Ya betul sekali, saya waktu itu di Wamena, tepatnya di Hom Hom.

Permadi: Kalau abang tidak keberatan, maukah abang berbagi sedikit apa yang sebenarnya terjadi waktu itu bang?

Roni: Pada saat itu, saat kejadian masuklah orang-orang yang tak dikenal, mereka datang menganiaya orang pendatang, setelah menganiaya mereka membakar rumah-rumah mereka.

Permadi: Jadi abang lihat ada orang tak dikenal datang bergerombol yang melakukan penganiayaan dan pembakaran itu. Terus apa yang Abang lakukan waktu itu bang?

Roni: Jadi kita tetangga-tetangga mengambil inisiatif untuk menyembunyikan saudara-saudara kita yang pendatang ini. Akhirnya banyak saudara-saudara kita pendatang lebih dari 50 orang selamat.

Permadi: Mulia sekali bang. Jadi Justru tetangga-tetangga orang Wamena ini justru yang menyembunyikan saudara-saudara pendatang ini dari orang tak dikenal ini?

Roni: Betul, dari amukan orang tak dikenal itu.

Permadi: Kalau boleh aku tanya nih bang, kalau memang ada pengerahan massa orang tak dikenal ini siapa yang bermain di sini bang?

Roni: Kalau saya secara pribadi yakin bahwa ini permainannya asing ini

Permadi: Asing Bang?

Roni: Ya, saya yakin sekali.

Permadi: Jadi sudah dengar sendiri ya guys ada permainan asing disini renungkan saja 50 tahun Republik ini berdiri Freeport dan cendana itu tidak pernah disentuh dan diobok-obok baru di pemerintahan sekarang kedua itu diobok-obok dan ini hasilnya, silahkan pikir sendiri.

Diketahui, aksi unjuk rasa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh. Unjuk rasa itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswa di Wamena.

Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah dan kios warga hingga kantor pemerintah dan PLN. Akibat dari kerusuhan tersebut, berdasarkan data aparat kepolisian mencatat terdapat 31 korban.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati