• News

  • Peristiwa

Ini Cara Kemensos Tekan Pengeluaran Keluarga Miskin dan Menjadi Mandiri

Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.
Kemensos
Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Kementerian Sosial (Kemensos) Andi ZA Dulung menyatakan, dengan kenaikan indeks bantuan dan penambahan jenis bahan pangan diharapkan pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat ditekan dan mereka menjadi lebih mandiri.

Pernyataan ini disampaikan pasalnya mulai 2020, pemerintah mentransformasikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi Program Sembako. Menurut Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, Program Sembako diharapkan terus menekan angka kemiskinan di sampai di bawah 9 persen.

“Kenaikan (indeks bantuan) ini selain bertujuan untuk menekan pengeluaran mereka (KPM), tujuan lainnya adalah untuk membentuk mereka menjadi lebih mandiri," kata Dirjen seperti dalam keterangannya, Rabu (22/1/2020).

Tujuan lain Program Sembako adalah memberikan gizi yang lebih seimbang kepada KPM; meningkatkan ketepatan sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas, dan administrasi; dan memberikan pilihan dan kendali kepada KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Dengan Program Sembako, diharapkan meningkatkan ketahanan pangan di tingkat KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan,” kata Andi.

Menurutnya, upaya ini juga bermanfaat untuk meningkatkM efisiensi penyaluran bantuan sosial;  meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan perbankan; meningkatnya transaksi nontunai dalam agenda Gerakan Nasional Nontunai (GNNT); dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama usaha mikro dan kecil di bidang perdagangan.

Untuk diketahui, dalam Program Sembako, indeks bantuan dinaikkan dari Rp110.000/Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi Rp150.000. Kemudian bahan pangan ditambah, selain beras dan telur juga ditambah daging ayam, ikan, dan sayur-sayuran, khususnya kacang-kacangan.

Peluncuran Program Sembako juga tidak lepas dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama menekan angka stunting yang masih tinggi di Indonesia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P