• News

  • Peristiwa

Anggotanya Usul Eskpor Ganja, Kapoksi PKS: Sudah Diingatkan untuk Hati-Hati

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi VI DPR, Amin Ak
telusr
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi VI DPR, Amin Ak

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi VI DPR, Amin Ak, angkat bicara menanggapi usulan anggota F-PKS di Komisi VI Rafli agar pemerintah menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor.

Amin mengatakan, pimpinan fraksi PKS di DPR telah mengingatkan Rafli agar lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan di ranah publik.

"Beliau sudah diingatkan oleh pimpinan fraksi agar kalau membuat statemen berhati-hati. Beliau mengaku waktu menjadi anggota DPD RI periode 2014-2019 pernah membuat statemen yang sama dan tidak ramai seperti sekarang," kata Amin dihubungi wartawan, Jumat (31/01/2020).

Menurut Amin, meski usulan itu dilontarkan dengan alasan ganja memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk farmasi, namun semestinya usulan tersebut tidak disampaikan dalam forum-forum formal karena dikhawatirkan akan menimbulkan salah pengertian dan menjadi konsumsi politik.

"Menurut saya walaupun, katanya, berdasarkan penelitaan ganja banyak manfaatnya, usulan seperti itu mestinya disampaikan ke pemerintah untuk melakukan penelitian lebih mendalam dalam forum informal," ucap dia.

"Tidak disampaikan di ruang publik dan di forum resmi seperti itu. Karena rawan menimbulkan salah pengertian dan menjadi konsumsi politik," sambungnya.

Apalagi, lanjut Amin Ak, pemerintah sebenarnya sudah mengetahui hasil penelitian dan manfaat dari tanaman ganja untuk medis. Sehingga Rafli seharusnya tak perlu menyampaikan usulan itu di rapat kerja (Raker) Komisi VI dengan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

"Last but not least, menurut saya pemerintah juga sudah tahu tentang hasil penelitian yang dimaksud oleh Pak Rafli. Jadi usul yang disampaikan Pak Rafli mestinya gak perlu, apalagi usulannya langsung disuruh ekspor ganja," jelas Amin.

Sebelumnya, Dalam Raker Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, anggota Komisi VI DPR dari Dapil Aceh, Rafli mengusulkan agar ganja dijadikan komoditas ekspor. Menurutnya, ganja dapat memenuhi kebutuhan farmasi. Apalagi ganja ini tumbuhan yang mudah ditanam dan tumbuh di Aceh.

"Entah untuk kebutuhan farmasi atau apa aja, jangan kaku lah kita, harus dinamis. Ganja ini tumbuhnya mudah di Aceh. Saya rasa ini ganja harus jadi komoditas ekspor bagus," kata Rafli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Rafli berpendapat, stigma ganja berbahaya hanyalah konspirasi global. Padahal, lanjutnya, lebih bahaya orang yang menggunakan sabu-sabu dibanding pengguna ganja. 

"Jadi ganja ini ini adalah konspirasi global dibuat ganja nomor satu bahayanya. Narkotika yang lain dibuat nomor sekian-sekian padahal yang yang paling sewot dan gila sekarang masuk penjara itu bukan orang ganja. Orang yang pakai sabu bunuh neneknya, pakai ekstasi segala macam," papar Rafli.

Karena itu, Rafli menyarankan Aceh sebagai pusat budidaya ganja. Dia pun sudah memetakan daerah yang bagus untuk budidaya ganja. "Jadi pak ganja ini bagaimana kita jadikan komoditas yang ekspor yang bagus. Jadi kita buat lokasinya. Saya bisa kasih nanti daerahnya di mana," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati