• News

  • Peristiwa

Kemendes Gelar Pelatihan Menanam Hidroponik Bagi Penyandang Didabilitas

 Pelatihan Hidroponik bagi Difabel
Netralnews.com/Martina Rosa Dwi Lestari
Pelatihan Hidroponik bagi Difabel

SLEMAN, NETRALNEWS.COM - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar pelatihan budidaya menanam dengan memanfaatkan air atau hidroponik dan pelatihan e-commerce bagi para penyandang disabilitas atau kaum difabel di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta Kemendes PDTT, Sleman, Yogyakarta.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan dan Informasi (Balitbangdiklatfor) Kemendes PDTT, Eko Sri Haryanto menyampaikan bahwa pelatihan Hidroponik bagi Difabel merupakan salah satu pelatihan teknis bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus (difabel) dan merupakan pelatihan inovasi yang diselenggarakan oleh BBLM Yogyakarta.

"Pelatihan dilakukan sebagai upaya untuk memberdayakan kaum difabel agar mampu berkarya mengembangkan dirinya melalui budidaya tanaman sistem Hidroponik," kata Eko.

Pernyataan disampaikan Eko saat menghadiri sekaligus menutup kegiatan pelatihan Hidroponik yang sudah digelar sejak tanggal 10-14 februari di BBLM Yogyakarta pada Jumat (14/2/2020).

Eko menjelaskan bahwa tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pelatihan hidroponik bagi Difabel adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat penyandang disabilitas di bidang bercocok tanam hidroponik yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian dengan berbasis inovasi dan kreativitas.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa Kemendes PDTT melalui BBLM Yogyakarta yang merupakan pelopor penyelenggara pelatihan Hidroponik bagi masyarakat difabel telah mendapatkan dukungan dalam pelatihan hidroponik ini dari Bank Negara Indonesia (Persero). 

Pelatihan hidroponik dan e-commerce bagi Difabel yang di laksanakan pada tanggal 10-14 Februari lalu diikuti oleh sebanyak 30 orang difabel yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo. Sedangkan untuk peserta pelatihan e-Commerce sebanyak 30 orang Difabel yang berasal dari Kabupaten Jepara, Kudus dan Demak.

Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan materi yakni untuk pelatihan hidroponik diantaranya Pengantar Bertanam Hidroponik, Prospek Usaha Hidroponik, Jenis-jenis sistem Hidroponik, Pengenalan bahan dan alat Hidroponik, Penyemaian, Praktek Merakit Instalasi Hidroponik, Formulasi Nutrisi Hidroponik, Permasalahan dalam Hidroponik, Analisis Usaha, Evaluasi dan penyusunan RKTL.

Seluruh peserta mendapatkan bantuan stimulan sebanyak 30 paket bantuan stimulan yang berasal dari BBLM Yogyakarta dan Bank Negara Indonesia (Persero) cabang Universitas Gadjah Mada. Adapun bantuan stimulan dari BBLM Yogyakarta berupa 30 paket instalasi hidroponik dengan Wick System. 

Bank Negara Indonesia (Persero) Cabang UGM memberi bantuan berupa 30 paket instalasi hidroponik dengan NFT System menggunakan rangka baja ringan dilengkapi atap. 

Seluruh peserta pelatihan Hidroponik bagi Difabel maupun e-Commerce dinyatakan lulus mengikuti pelatihan karena dapat menyelesaikan seluruh proses pembelajaran selama pelatihan. 

"Kita berharap dengan selesainya pelatihan ini bisa membawa perubahan bagi kaum difabel untuk mengembangkan keterampilannya didesanya masing-masing dan menghasilkan produksi yang bisa meningkatkan pendapatannya," katanya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati