• News

  • Peristiwa

Sentil Fahira Idris dan Sitti KPAI, Muannas: Digaji Rakyat Tapi Gak Malu Buat Gaduh...

Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid.
PSI
Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid mengomentari cuitan akun Twitter anggota DPD Fahira Idris yang menyebut bahwa ada 136 pasien dalam pengawasan virus corona di Indonesia.

Lewat akun Twitternya, Muannas menyindir Fahira dengan menyebut pejabat negara digaji pakai uang rakyat tapi tidak punya malu buat gaduh dengan berita palsu.

Selain Fahira, ia juga menyinggung viralnya pernyataan Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty beberapa waktu lalu soal perempuan bisa hamil jika berenang bareng laki-laki meski tidak bersentuhan fisik karena ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat.

"Iya meresahkan, Miris, setelah Komisioner KPAI giliran satu lagi pejabat negara yang digaji pake uang rakyat tapi gak malu banget buat kegaduhan dengan berita palsu. masa harus ada yang proses hukum dulu buat efek jera?" cuit @muannas_alaidid, Sabtu (29/2/2020).

Pada cuitan lainnya, Muannas menilai banyak pejabat saat ini yang mengalami defisit intelektualitas sehingga tak bisa membedakan antara kritik dan fitnah.

"Belakangan pejabat kita banyak mengalami defisit intelektualitas tak bisa lagi bedakan mana kritik (freedom of speech) & Fitnah yang meresahkan (berita palsu)," tulis @muannas_alaidid.

"Yang pertama (kritik) dijamin UU & yang kedua (fitnah/hoaks) dilarang oleh UU. Miris kalo digaji masyarakat malah cuma menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat," kata Muannas.

Sebelumnya, pada Sabtu (29/2/2020) media sosial dihebohkan dengan cuitan akun Twitter Fahira Idris yang menyebut di Indonesia ada 136 pasien dalam pengawasan virus corona.

“Astagfirullah BIKIN KAGET! Ada 136 Pasien dalam Pengawasan Virus Corona di #Indonesia – DKI Jakarta 35 orang, Bali 21 orang, Jateng 13 Orang, Kepri 11 orang, Jabar 9 orang, Jatim 10 orang, Banten 5 oang, Sulut 6 orang, Jogya 6 orang, Kaltim 3 orang,” tulis akun Twitter @fahiraidris menyertakan sebuah link pemberitaan media daring.

“Jabar 9 orang, Jatim 10 orang, Banten 5 orang, Sulut 6 orang, Jogya 6 orang, Kaltim 3 orang, Sulsel 2 orang, Jambi 1 orang, Papua Barat 1 orang, NTB 2 orang, Bengkulu 1 orang, Kalbar 1 orang, Kalteng 1 orang, Sultra 1 orang, Maluku 1 orang, Sumbar 1 orang, Babel 1 orang, Sumsel 2 orang,” sambung @fahiraidris.

Meski cuitan itu tak lagi terlihat di akun Twitter Fahira, namun screenshot kicauan Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) itu telah tersebar luas di media sosial.

Gara-gara cuitan tersebut, netizen mendesak aparat kepolisian menangkap Fahira karena diduga telah menyebar hoaks soal virus corona. Ramainya seruan netizen membuat tagar #TangkapFahiraIdris jadi trending topic nomor satu di Twitter Indonesia pada Minggu (1/3/2020).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani