• News

  • Peristiwa

Fahira Idris Resmi Dipolisikan Soal Cuitan Virus Corona

Fahira Idris resmi dipolisikan soal cuitan Virus Corona.
Geo Politik
Fahira Idris resmi dipolisikan soal cuitan Virus Corona.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid melaporkan anggota DPD Fahira Idris ke Polda Metro Jaya pada Minggu (1/3/2020) malam.

Laporan itu terkait cuitan @fahiraidris yang menyebut ‘adanya 163 pasien dalam pengawasan akibat virus corona di berbagai wilayah di Indonesia.'

"Ya benar dilaporin ke Polda Metro semalam pukul 23.30 WIB," kata Muannas kepada netralnews.com, Senin (2/3/2020).
Laporan tersebut diterima dengan No. Pol : LP/1387/III/Yan.2.5/ 2020/SPKT/PMJ Tertanggal 01 Maret 2020 dengan Pasal 14 dan 15 UU No. 1 Tahun 1946

Tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 ayat 2 Jo. Pasal 45 ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE.
Laporan terhadap Fahira juga disampaikan Muannas lewat akun Twitternya, @muannas_alaidid.

Dalam cuitannya, Muannas mengaku khawatir kasus Fahira ini tidak diproses hukum seperti dugaan hoaks pernyataan Komisioner Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty beberapa waktu lalu soal perempuan bisa hamil jika berenang bareng laki-laki meski tidak bersentuhan fisik.

"Karena saya kuatir seperti Hoax Komisioner KPAI lalu hanya karena tak ada yang melaporkan, dugaan ‘Hoax Virus Corona’ yang katanya terjadi diberbagai tempat di Indonesia oleh pemilik akun twitter @fahiraidris, malam tadi saya memutuskan untuk melaporkan resmi kepolda. Mari kita kawal bersama," cuit Muannas.

Sebelumnya, pada Sabtu (29/2/2020), media sosial dihebohkan dengan cuitan akun Twitter @fahiraidris yang menyebut di Indonesia ada 136 pasien dalam pengawasan virus corona.

“Astagfirullah BIKIN KAGET! Ada 136 Pasien dalam Pengawasan Virus Corona di #Indonesia – DKI Jakarta 35 orang, Bali 21 orang, Jateng 13 Orang, Kepri 11 orang, Jabar 9 orang, Jatim 10 orang, Banten 5 oang, Sulut 6 orang, Jogya 6 orang, Kaltim 3 orang,” tulis akun Twitter @fahiraidris menyertakan sebuah link pemberitaan media daring.

“Jabar 9 orang, Jatim 10 orang, Banten 5 orang, Sulut 6 orang, Jogya 6 orang, Kaltim 3 orang, Sulsel 2 orang, Jambi 1 orang, Papua Barat 1 orang, NTB 2 orang, Bengkulu 1 orang, Kalbar 1 orang, Kalteng 1 orang, Sultra 1 orang, Maluku 1 orang, Sumbar 1 orang, Babel 1 orang, Sumsel 2 orang,” sambung @fahiraidris.

Meski cuitan itu tak lagi terlihat di akun Twitter Fahira, namun screenshot kicauan Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) itu telah tersebar luas di media sosial.

Gara-gara cuitan tersebut, netizen mendesak aparat kepolisian menangkap Fahira karena diduga telah menyebar hoaks soal virus corona. Ramainya seruan netizen membuat tagar #TangkapFahiraIdris jadi trending topic nomor satu di Twitter Indonesia pada Minggu (1/3/2020).

Setelah cuitannya buat geger di media sosial, Fahira lewat akun Twitternya memberikan klarifikasi. Berikut penjelasan @fahiraIdris.
1. Assalamualaikum.wr.wb Ini penjelasan tentang Link Berita Online yang sudah di Ralat Judul Beritanya. Saya sempat posting di Twitter, link berita 'dengan judul yang belum di ralat', kemarin sempat viral, sudah saya hapus & saya ganti dengan link yang sudah di Ralat Wartakota.Tribunnews.com.

2. Sejak kemarin isi beritanya adalah: TERDUGA ADA 136 Pasien Dalam Pengawasan (Suspect Corona), TIDAK PERNAH Media Online tsb/saya menyebutkan ada ditemukan Pasien Corona.. (sematkan link dari Wartakota.Tribunnews.com).

3. Mari kta semua berdoa agar tidak ditemukan kasus virus corona di Indonesia dan Pemerintah diberikan kemudahan dan jalan untuk memformulasikan dan menyiapkan strategi menghalau virus corona tsb..
Al Faatihah.. Wassalam, Fahira Idris.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani