• News

  • Peristiwa

Fahira Idris Minta Maaf, Muannas: Saya Tidak Akan Pernah Cabut Laporan

 Fahira Idris Minta Maaf, Muannas: Saya Tidak Akan Pernah Cabut Laporan
PSI
Fahira Idris Minta Maaf, Muannas: Saya Tidak Akan Pernah Cabut Laporan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid memastikan, tidak akan pernah mencabut laporannya terhadap anggota DPD Fahira Idris dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks soal virus corona.

Hal itu disampaikan Muannas setelah Fahira meminta maaf dan mengaku tidak ada niat sedikitpun untuk membuat gaduh dengan cuitannya soal 'ada 136 pasien dalam pengawasan virus Corona di Indonesia.'

"Laporan saya terhadap Fahira dipastikan tidak akan pernah saya cabut, tetap berproses," tulis Muannas di akun Twitternya, @muannas_alaidid, Sabtu (7/3/2020).

Menurut Muannas, alasan dirinya tidak mencabut laporan terhadap Fahira dan berharap kasus ini diproses sampai tuntas agar memberikan contoh kepada negara lainnya supaya tidak bersikap semaunya.

"Seperti saya bilang Fahira ini harus jadi contoh buat pejabat negara lain agar tidak bersikap semaunya," tegas Muannas.

"Dan terimakasih kepada Cyber Bareskrim Polri yang telah menangani laporan ini dengan baik termasuk dukungan luas netizen," cuit @muannas_alaidid.

Sebelumnya, Muannas Alaidid melaporkan Fahira Idris Ke Polda Metro Jaya, Minggu (1/3/2020), terkait dugaan penyebaran berita bohong soal ‘adanya pengawasan virus corona di berbagai wilayah di Indonesia’ yang diunggah pemilik akun twitter @fahiraIdris.

Laporan tersebut diterima dengan No. Pol : LP/1387/III/Yan.2.5/ 2020/SPKT/PMJ Tertanggal 01 Maret 2020 dengan Pasal 14 dan 15 UU No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 ayat 2 Jo. Pasal 45 ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE.

Menurut Muannas, dirinya melaporkan Fahira karena cuitan Ketua Umum Bang Japar itu telah menimbulkan kegaduhan dan meresahkan masyarakat.

"Ini (cuitan @fahiraidris) telah menimbulkan kegaduhan dan meresahkan, konten itu sempat diprotes netizen bahkan menjadi trending topic di twitter dengan tagar #tangkapfahiraidris," kata Muannas dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2020).

Menindaklanjuti laporan Muannas, Bareskrim Polri memanggil Fahira untuk dimintai klarifikasi soal cuitannya itu pada Kamis (5/3/2020), namun Fahira tak bisa hadir dengan alasan ada tugas negara di luar kota.

Sekembalinya dari menjalankan tugas negara, Fahira pun langsung menyambangi Bareskrim Polri pada Jumat (6/3/2020) malam untuk memenuhi panggilan polisi.

"Alhamdulillah sore ini saya baru kembali dari luar kota, kemarin masih ada tugas negara, jadi malam ini saya datang ke Bareskrim untuk memenuhi undangan klarifikasi, dan saya sudah menyampaikan kepada penyidik perihal ketidakhadiran saya kemarin, dan itu sudah dipahami oleh penyidik," tulis Fahira di akun Twitternya, Jumat (6/3/2020).

Menurut Fahira, ia harus memberikan klarifikasi secara langsung agar tidak ada kesalahpahaman mengenai cuitannya soal virus corona.
Dalam klarifikasinya, Fahira menyatakan tidak ada niat untuk membuat gaduh lewat cuitan itu.

"Saya jelaskan, bahwa tidak ada niat sedikitpun untuk membuat gaduh persoalan suspect corona ini. Yang ada justru niat saya sebagai anggota DPD menghimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai menyebarnya virus corona," kata @fahiraidris.

"Oleh karena itu, tweet selanjutnya, setelah saya ralat (setelah wartakota.tribunnews.com meralat judulnya) adalah menghimbau kepada masyarakat untuk mendoakan pemerintah agar diberi kemudahan dan jalan untuk memformulasikan dan menyiapkan strategi menghalau virus corona," jelasnya.

Senator asal DKI Jakarta ini menegaskan, informasi yang ia sampaikan lewat akun Twitternya soal 'ada 136 pasien dalam pengawasan virus Corona di Indonesia' bersumber dari salah satu media daring.

"Sebagai informasi, berita tersebut sumbernya saya dapat dari wartakota.tribunnews.com dan sumber itu dikeluarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Dalam hal ini Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Laboraturium Rujukan Penyakit-Penyakit Infeksi," jelasnya.

Setelah mengklarifikasi, Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) ini pun meminta maaf jika ada pihak yang salah mengartikan cuitannya itu.

"Tapi tentu saja, kalau dirasa ada pihak yang salah mengartikan & tidak mengerti, saya MOHON  MAAF BILA DIANGGAP MEMBUAT GADUH.
Dan terakhir, saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik mhadapi persoalan ini, ikuti saja arahan dari pemerintah. Semoga kita selalu mdapat perlindungan dari Allah SWT," cuit @fahiraidris.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani