• News

  • Peristiwa

Sentil Muannas, Faizal: Anda Mesti Lebih Banyak Ngopi, Jangan Sok Arogan dan Merasa Jagoan

Ketua Progres 98 Faizal Assegaf
PribumiNews
Ketua Progres 98 Faizal Assegaf

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Progres 98 Faizal Assegaf mengingatkan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli dan Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaididuntuk tidak arogan dan merasa jagoan. 

Hal itu disampaikan Faizal dalam mengomentari kicauan Guntur terkait permintaan maaf anggota DPD Fahira Idris soal cuitannya tentang virus corona yang dipolisikan oleh Muannas karena diduga menyebar berita bohong atau hoaks. 

Guntur Romli mengaitkan permintaan maaf Fahira dengan menyinggung kasus penistaan agama yang pernah menjerat Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok). Menurutnya, saat itu Ahok juga minta maaf namun proses hukum tetap berjalan. 

Sementara Muannas lewat akun Twitternya menegaskan tidak akan pernah mencabut laporannya terhadap Fahira Idris dan berharap kasus ini diproses sampai tuntas agar memberikan contoh kepada pejabat negara lainnya supaya tidak bersikap semaunya. 

Cuitan itulah yang membuat Faizal mengingatkan keduanya untuk tidak arogan dan merasa jagoan. 

"Fahira Idris Minta Maaf, sama dengan sahabat @GunRomli pun pernah khilaf. Jadi ga usah dibenturkan dengan Ahok. Kasus Ahok menistakan Al Qur'an sudah diadili & kini bebas," tulis Faizal di akun Twitternya, Sabtu (7/3/2020). 

"Si @muannas_alaidid dan Anda mesti lebih banyak menikmati ngopi, jangan sok arogan & merasa jagoan. Pilpres sudah selesai!" kata @faizalassegaf.

Pada cuitan lainnya, Faizal menegaskan bahwa Fahira sudah meminta maaf dan itu merupakan sikap yang bijak dalam meredam 'serangan' dari loyalis Ahok. 

"Banyak banget pendukung senator JKT @fahiraidris. Ga usah ngamuk-ngamuk deh, Fahira sudah minta maaf. Sikap bijak Fahira untuk meredam kebodohan akut loyalis Ahok yang tidak bisa bedakan hoax & spekulasi," ungkap Faizal, Minggu (8/3/2020). 

"Wong Menko @mohmahfudmd sebut WNI eks ISIS 600 org, faktanya lebih. Apa Menko buat hoax?" jelas @faizalassegaf.

Sebelumnya, Fahira Idris meminta maaf jika ada pihak yang salah mengartikan cuitannya soal 'ada 136 pasien dalam pengawasan virus Corona di Indonesia.' 

Ia mengaku tidak ada niat sedikitpun untuk membuat gaduh dengan cuitannya itu. 

Hal tersebut disampaikan anggot DPD asal DKI Jakarta itu lewat akun Twitternya setelah memenuhi panggilan klarifikasi dari Bareskrim Polri  

pada Jumat (6/3/2020) malam. 

"Sebagai informasi, berita tersebut sumbernya saya dapat dari wartakota.tribunnews.com dan sumber itu dikeluarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Dalam hal ini Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Laboraturium Rujukan Penyakit-Penyakit Infeksi," cuit @fahiraidris. 

"Tapi tentu saja, kalau dirasa ada pihak yang salah mengartikan & tidak mengerti, saya MOHON  MAAF BILA DIANGGAP MEMBUAT GADUH.

Dan terakhir, saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik mhadapi persoalan ini, ikuti saja arahan dari pemerintah. Semoga kita selalu mdapat perlindungan dari Allah SWT," jelas Fahira.

Seperti diberitakan, Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaididmelaporkan Fahira Idris Ke Polda Metro Jaya, Minggu (1/3/2020) karena diduga berita bohong melalui akun Twitter @fahiraIdris. Muannas menilai, cuitan Fahira itu telah menimbulkan kegaduhan dan meresahkan masyarakat. 

"Ini (cuitan @fahiraidris) telah menimbulkan kegaduhan dan meresahkan, konten itu sempat diprotes netizen bahkan menjadi trending topic di twitter dengan tagar #tangkapfahiraidris," kata Muannas dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2020). 

Laporan tersebut diterima dengan No. Pol : LP/1387/III/Yan.2.5/ 2020/SPKT/PMJ Tertanggal 01 Maret 2020 dengan Pasal 14 dan 15 UU No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 ayat 2 Jo. Pasal 45 ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati