• News

  • Peristiwa

Soal Corona, Benny: Bukankah Pemimpin Harus Serahkan Nyawanya Demi Rakyat?

Soal Corona, Benny: Bukankah pemimpin harus serahkan nyawanya demi rakyat?
Demokrasi
Soal Corona, Benny: Bukankah pemimpin harus serahkan nyawanya demi rakyat?

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat Benny K Harman menilai, untuk menyelamatkan rakyat dari ancaman virus corona (Covid-19), maka Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan takut nyatakan Indonesia dalam status lockdown atau karantina.

"Ancaman virus korona tampak sudah semakin nyata. Untuk selamatkan rakyat dari ancaman virus korona, presiden jangan ragu nyatakan Negara RI dalam status lockdown/karantina," tulis Benny di akun Twitternya, Senin (16/3/2020).

"Bukankah seorang pemimpin itu harus serahkan nyawanya demi keselamatan rakyat yang diayominya?.Rakyat monitor!" tegas @BennyHarmanID.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah belum berpikir untuk menerapkan kebijakan  lockdown atau membatasi akses keluar-masuk di wilayah tertentu demi mengantisipasi penyebaran virus corona.

"Belum terpikir ke arah sana," kata Jokowi usai meninjau Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang-Banten, Jumat (13/3/2020).

Presiden kembali menegaskan mengenai hal tersebut dalam jumpa pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Ia memastikan bahwa hingga saat ini pemerintah tidak berpikir untuk membuat kebijakan lockdown.

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan jika kewenangan mengeluarkan lockdown terkait virus corona, ada di tangan pemerintah pusat. Karenanya, kebijakan tersebut tidak boleh diambil oleh pemerintah daerah.

"Perlu saya tegaskan yang pertama bahwa kebijakan lockdown baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah adalah kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan ini tidak boleh diambil oleh pemerintah daerah," ujar Jokowi.

Seperti diberitakan, jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona di Indonesia bertambah 17 orang, sehingga totalnya menjadi 134 kasus per Senin (16/3/2020) kering.

"Ada tambahan kasus, sebanyak 17 kasus confirmed positif yang baru," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam keterangan persnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani