• News

  • Peristiwa

Abu Janda ke Said Didu: Jangan Ngetwit Anjingin Orang, Mending Bersatu Hadapi Corona

Pegiat media sosial Permadi Arya
Radar Cirebon
Pegiat media sosial Permadi Arya

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya atau yang biasa disebut Abu Janda meminta Said Didu untuk mengajak rakyat bersatu demi menghadapi wabah virus corona atau covid-19 di Indonesia ketimbang terus menerus memaki-maki di media sosial.

Abu Janda, sapaan akrab Permadi, gemas dengan postingan Said Didu yang menyebut kata-kata AnjingPeking saat mengomentari kedatangan bantuan alat medis dari China yang dibawa oleh pesawat TNI AU, Senin (23/3/2020). 

"Kalo tau masalah serius, pak @msaid_didu sbagai orang tua mantan pejabat mbok ya jangan ngetwitnya "anjing2in" orang bikin panas, knapa gak ngajak bersatu sama2 hadapi wabahCorona ini. katanya Nasionalis? bukannya wasiat pendiri bangsa: "bersatu kita teguh bercerai kita runtuh" ?" gemas Permadi di akunt Twitternya, Rabu (25/3/2020).

Sebelumnya, mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu mengomentari kedatangan bantuan alat kesehatan dari China karena tidak sepakat dengan sebutan 'bantuan' oleh Kementerian Kesehatan.

Menurutnya alat kesehatan yang dibawa dari China berupa 20.000 APD, 150.000 masker bedah, 15.000 masker N95, 10.000 sarung tangan & 10.000 kacamata goggle, itu dibeli oleh pemerintah Indonesia menggunakan uang rakyat.

"Sesuai informasi bahwa itu bukan bantuan tapi beli," tulis Said Didu di akun Twitternya, Senin (23/3/2020).

Said juga meretweet cuitan media China Xinhua News, @XHNews, Senin (23/3/2020) pukul 10.33 WIB.

Dalam cuitan @XHNews menyebut bahwa "Sebuah pesawat China mendarat di Jakarta sarat dengan pasokan medis Indonesia yang dibeli dari Tiongkok untuk melawan #coronavirus. #COVID19."

Karena cuitan @XHNews itu, Said Didu lantas menyinggung adanya pihak yang memviralkan bahwa alkes dari China merupakan bantuan.

"Nanti para #AnjingPeking akan viralkan ini sebagai bantuan padahal beli !!!" tulis @msaid_didu.

tagar #AnjingPeking ini merujuk pada sebutan buzzer pemerintah yang mulai diviralkan awal pekan ini. 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati