• News

  • Peristiwa

Bolehkan Ojol Bawa Penumpang, Ruhut: Bukti Pak LBP Sangat Dekat dengan Rakyat

Politisi PDIP, Ruhut Sitompul.
Twitter @ruhutsitompul
Politisi PDIP, Ruhut Sitompul.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polemik soal angkutan ojek online boleh membawa penumpang di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar masih terjadi. Meski telah membuat Peraturan Menteri Perhubungan No.18 Tahun 2020, namun kebijakan itu bertentangan dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.9 Tahun 2020.

Belakangan Plt Menhub, Luhut Binsar Pandjaitan melunak dengan menyerahkan kebijakan ini kepada masing-masing pemda yang menjalankan PSBB.

Namun di lapangan, para driver Ojol lebih mendukung keputusan Kemenhub dan merasa memiliki payung hukum untuk mengangkut penumpang. Mantan politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul pun memilih mendukung Plt. Menhub yang dianggapnya lebih berpihak kepada rakyat.

"Pengakuan Ojol Diizinkan Bawa Penumpang oleh Kemenhub, mantap ini membuktikan Pak LBP sangat dekat dgn Rakyat, Suara Rakyat Suara Tuhan MERDEKA," kata Ruhut di akun Twitternya, Rabu (15/4/2020)

Seperti diketahui, dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.18 Tahun 2020, ada sejumlah protokol kesehatan yang harus dipatuhi Ojol jika ingin mengangkut penumpang antara lain memakai masker, sarung tangan, kendaraan telah didisenfeksi dan driver harus dalam kondisi sehat.

Peraturan itu rupanya mendapat sambutan positif mitra pengemudi ojol. Ketua Umum Admin Jabodetabek Elite Squad, Billy, mengatakan para driver siap melaksanakan aturan yang ditetapkan pemerintah pada angkutan berbasis aplikasi.

"Kami siap mengikuti SOP (Standard Operasional dan Prosedur) untuk mencegah penyebaran virus Corona. Yang penting kami masih bisa bekerja cari nafkah," kata dia, Senin 13 April 2020.

Ia mengklaim perusahaannya juga telah 'membekali' perlengkapan bagi para driver. Seperti masker dan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

"Motor kami juga disemprot disinfektan oleh Gojek. Jadi kami bisa lebih tenang di jalan," tuturnya.

Billy mengaku bersyukur adanya aturan tersebut. Sebab, ia mengaku makin kesulitan dihapusnya layanan angkut penumpang pada aplikasi.

"Kalau enggak boleh bawa penumpang buat kami memang berat ya walaupun sebenarnya dalam kondisi seperti ini penumpangnya pun sudah merosot jumlahnya," kata dia.

Senada juga diungkapkan pengemudi ojol lainnya, Rian. Ia berharap pemerintah mengizinkan untuk mengangkut penumpang saat PSBB.

"Kalau pemerintah memperbolehkan sih lebih bagus untuk angkut penumpang. Kami sebagai ojol juga bisa mengikuti aturan dari pemerintah kok," ungkapnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan.H.P