• News

  • Peristiwa

Warga Poso Sambut Jenazah Anggota ISIS, Permadi Arya: Teroris Adalah Doktrin Agama

Pegiat media sosial Permadi Arya
Pegiat media sosial Permadi Arya

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya mengungkapkan kalau selama ini islamophobia diciptakan guna membungkam kritik terhadap radikalisme dan terorisme. 

Sebab, menurut dia teroris tidak ada agama adalah penyesatan serta pernyataan kelompok ISIS bukan islam adalah kebohongan. 

Hal itu diungkapkan melalui akun resmi twitternya @permadiaktivis seperti dilansir Jakarta, Sabtu (18/4/2020). Dia pun mensisipkan potongan video berdurasi serta foto sebuah peristiwa di Poso terkait kelompok terori mujahidin. 

"Yang bilang "Teroris tidak ada agama" itu penyesatan. Yang bilang "ISIS bukan islam" itu kebohongan. iring2an polisi dihadang warga Poso kibarin bendera ISIS. Radikalisme itu Nyata Ada. Dan "Islamophobia" itu istilah yang diciptakan utk bungkam kritik thd Radikalisme & Terorisme," tulisnya. 

Pada cuitan lainnya, Permadi menuliskan saat Teroris Santoso, Pemimpin MIT Mujahidin Indonesia Timur atau ISIS Indonesia, juga disambut riuh teriakan Allahu akbar beserta spanduk "Syuhada" artinya tewas membela Islam langsung masuk surga diridhoi Allah. Ini realita Agama Terorisme. ISIS ada di Indonesia & agamanya Islam.

"Adalah Fakta pada aksi terorisme, Teroris teriak Allahu akbar sebelum meledakkan diri. Mengatakan Teroris tidak punya agama itu DENIAL pengingkaran fakta yang menyesatkan. Akui dulu Terorisme itu ada akibat doktrinasi agama, baru bisa dicarikan solusinya," tulisnya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati