• News

  • Peristiwa

Dana Bansos di Depok Dipungli Ketua RT, Denny: Ya Tuhan, Bantuan Aja Masih Disunat-sunat

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah warga di Kota Depok mengeluh adanya pungutan liar saat menerima bantuan sosial dari pemkot untuk warga terdampak virus corona. Dari jatah Rp 250 ribu yang diberikan pemkot, ternyata warga hanya menerima Rp 225 ribu saja. Sejumlah Ketua RT secara sepihak memotong 25 ribu per KK.

Mengetahui hal tersebut, pegiat media sosial Denny Siregar pun mengelus dada. Ia prihatin lantaran disaat krisis pandemi corona seperti ini, ada yang tega mengambil hak orang.

"Ya Tuhan, bantuan aja masih disunat-sunat segala..Saking laparnya, sampai yang ginian juga dimakan..," kata Denny di akun Twitternya, Sabtu (18/4/2020). 

Sebelumnya, seperti diberitakan Media Indonesia, Kepala Dinas Sosial Kota Depok Usman Heliana mengiyakan dana bansos KPM sebesar Rp250.000 tersebut tak utuh ke tangan penerima yang terdampak Virus Covid-19. Pungli itu, diakui Usman dulakukan RT dan atas inisiatif RT sendiri. "Saya tidak tak kecipratan dana tersebut, " elaknya.

Usman menampik bahwa dia tidak terlibat dalam kasus pungli meski menjabat kepala dinas sosial. "Penyalur bansos memang kami. Tapi RT yang secara langsung menyerahkan kepada masing-masing keluarga KPM, " katanya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (18/4).Lebih lanjut dikatakan, jumlah warga dari 5223 RT di Kota Depok yang terdampak virus korona ada 30.000 KK.

Satu KK menerima Rp250.000 x 30.000 KK. Total dana yang se jg arusnya diterima wsrga terdampak virus covid-19 sebesar Rp7,5 miliar, "Total bansos Rp,7,5 miliar, " imbuhnya.Diketahui, kasus pungli bansos KPM di Kota Depok ini terkuak setelah ratusan warga RT OO5 RW O6 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoramas, Kota Depok mengeluhkan pungli dana tersebut.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli