• News

  • Peristiwa

Demokrat Sebut Pembagian Bansos DKI Amburadul, Netizen: Tanah Abang Juga Amburadul

Ilusyrasi pembagian bansos di DKI Jakarta
foto: merdeka.com
Ilusyrasi pembagian bansos di DKI Jakarta

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Partai Demokrat menilai pendistribusian bantuan sosial oleh Perumda Pasar Jaya amburadul. Ia mengatakan pendistribusian bansos dijadwal ulang karena pengemasan stok bansos terkendala.

Berita tersebut viral di media sosial. Minggu (19/4/2020), akun Facebook @Parluhutan Situmorang membagikan tautan dan mendapat banyak komentar warganet.

@Chantika Ayndi: Tanah Abang jga amburadul

@Dasrini Rini: Kpk nya lg bobo

@Wangsit Praja Negara: Yg amburadul yg memilihnya gkgkgkgk

@Romi Setiawan: Bgemana ga amburadul.. dki 1 nya aj cuma bsa tampil doank d pers.. kerja nya aj ga ada.


Sebelumnya dilansir Mediaindonesia.com, pengurus Badan Pelaksana Harian DPP Partai Demorat, Taufiqurrahman menilai pendistribusian bantuan sosial oleh Perumda Pasar Jaya amburadul. Ia mengatakan pendistribusian bansos dijadwal ulang karena pengemasan stok bansos terkendala.

"Sesuai informasi dari Dinas Sosial, pendistribusian bansos selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengalami penundaan. Hal itu karena jadwal yang tidak tepat dalam pendistribusian ke masing-masing RW ," ujar Taufiqurrahman dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (17/4).

Penundaan dan penjadwalan kembali pendistribusian bansos itu, ungkapnya, dikarenakan minimnya stok dari Perumda Pasar Jaya.

Salah satu komoditas yang mengalami kendala pasokan adalah sarden dan minyak goreng. Hal ini disebabkan adanya penerapan PSBB di sejumlah daerah selain Jakarta.

"Sampai dengan hari Rabu kemarin (15/4) stok itu sulit. Pemberlakuan PSBB juga menjadi kendala pendistribusian dari daerah ke Jakarta khusus komponen barang sarden dan minyak goreng. Ini yang menjadi kendala Pasar Jaya dalam pendistribusiannya," jelas Taufiqurrahman

Dia menilai, kinerja Perumda Pasar Jaya dalam pendistribusian bansos ini cukup bobrok. Sebab, ungkapnya, masyarakat yang terdampak PSBB tidak bisa membiarkan perut kosong hingga berhari-hari.

Semestinya, kata Taufiqurrahman, Perumda Pasar Jaya melibatkan banyak pihak baik swasta maupun relawan untuk pengemasan bansos itu.

"Rakyat itu kalau dibiarkan perutnya kosong berhari-hari bisa brutal. Memang katanya sudah dikerjakan tiga shift, nyatanya masih amburadul. Kalau memang nggak sanggup, ya distribusikan pengemasan itu. Bagi tugas dengan pihak lain," pungkas Taufiqurrahman.

Editor : Taat Ujianto