• News

  • Peristiwa

DPRD DKI Duga Adanya Carut Marut Penyaluran Bansos

Sekretaris fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Yudhistira Hermawan
Monitor
Sekretaris fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Yudhistira Hermawan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - DPRD DKI Jakarta menduga penyaluran bantuan sosial (Bansos) selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kurang tepat sasaran. Pasalnya data yang digunakan tidak aktual.

"Dalam hal ini, Dinas Sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memakai data lama sehingga ketika bantuan itu disalurkan banyak warga yang seharusnya tak berhak malah mendapatkan bantuan itu," kata Sekretaris fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Yudhistira Hermawan, Senin (20/4/2020).

Begitu juga sebaliknya, lanjutnya, warga yang berhak mendapatkan bansos malah tak menerimanya, hal ini pula yang kerap memancing keributan di tengah warga.

"Kami turun ke masyarakat dan diskusi dengan RT dan RW mendapat masukan bahwa data yg dipakai adalah data dari dinas sosial yg kurang valid," ujar dia. 

Contohnya saat pembagian sembako yang dilakukan RT 06/RW 10 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, warga yang sudah pindah tempat tinggal malah malah masih terdaftar di RT tersebut sebagai penerima bansos, sedangkan warga yang masih bermukim di lingkungan RT ini yang banyak juga terdampak  PHK malah tak menerima bantuan tersebut.

Kasus lain terjadi contoh di RW 08 Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, ada lansia yang hidup sendiri malah tak menerima bantuan, sedangkan warga yang memiliki kendaraan pribadi roda empat dan tergolong mampu secara ekonomi malah menerima bantuan tersebut.

"Harapan kami ada sinkronisasi data yang diusulkan dari tingkat RT dan RW dengan data di dinas sosial," tutur Yudhistira.

Dia menyebut pihaknya di DPRD DKI bakal terus memantau mekanisme pendistribusian bantuan ini supaya kejadian - kejadian salah sasaran ini tak terulang pada pembagian tahap berikutnya.

"Kami tentu menjalankan fungsi kami yaitu pengawasan terhadap pelaksanaan pembagian bansos ini dengan harapan untuk menjadi masukan dan evaluasi agar pelaksanaan berikutnya lebih baik dan tepat sasaran," tutupnya

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati