• News

  • Peristiwa

Cerita Presiden Gusdur Ajak Demonstran Mahasiswa ke Dalam Istana Negara

Cerita Presiden Gusdur ajak demonstran mahasiswa ke dalam Istana Negara
Demokrasi
Cerita Presiden Gusdur ajak demonstran mahasiswa ke dalam Istana Negara

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Priyo Sambadha Mantan ajudan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid bercerita soal keberanian seorang presiden mengajak masuk para demonstran hingga ke masuk ke istana negara.

Priyo menjadi saksi sejarah, bahkan satu-satunya presiden yang bersikap membuka diri pada semua kalangan masyarakat tanpaa terkecuali.

Hal itu diungkapkan Priyo lewat akun resmi twitternya @Psambadha seperti dilansir Jakarta, (27/4/2020).

Ktk Pres #GusDur perintah kita untuk masukkan demonstran2 muda ke istqna, dg segenap keberanian saya tanya beliau, 'Ijin Bpk Presiden, mrk 'cuma' mahasiswa gak jelas asal usulnya'. Itu pertama kali dlm sejarah Presiden menerima demonstran.  Beliau jawab, ' Mas, mrk warga negara'

Pihak Paspampres keras tidak setuju. Bagaimana nanti kalau wakil demonstran itu bicara keras thd Presiden? Gimana kalo mrk gak sopan? Memang tugas Paspampres itu melindungi keamanan Presiden fisik dan non fisik.  Maka seratus 'gimana' lainnya muncul. Intinya mrk kurang setuju.

Dan 'celakanya', ajudan dinas Presiden juga nolak keras. 'Siapa yang akan tanggung jawab jika Presiden sampai dipermalukan oleh para demonstran?!', begitu argumentasinya.

Jadi kondisi saat itu, perangkat presiden yg terdiri dr Paspampres, Setmilpres, Protokol dan Biro Mass Media Istana, kita sepakat untuk tidak masukkan perwakilan demonstran ke istana. Tapi masalahnya, siapa yg akan laporkan hal ini ke Bapak Presiden?  Semua gak ada yg berani!

Masing2 kesatuan menyampaikan argumentasinya ttg siapa yg harus melaporkan kpd Bapak Presiden bahwa sebaiknya beliau tidak menerima perwakilan demonstran.

Terus terang, argumentasi itu dr yg ilmiah kedinasan sampai yg waton suloyo. Pokoke ojo aku. Titik!

Dan setelah eyel2an 'kurang bermutu' agak lama maka diputuskanlah scr aklamasi siapa yg harus lapor ke Bapak Presiden bahwa sebaiknya beliau tidak perlu menerima demonstran.  Guess who?  Saya.

Maka dg perlahan saya masuk ruang kerja beliau dg mindik2. Dengkul saya rasanya lemes. Dada juga berdegup kencang. Bayangkan, saya bertugas mematahkan perintah Presiden!
Dari ruang kerja beliau itu mmg terdengar sayup2 suara speaker demonstran yang teriak2 dr jalan depan istana.

Maka dg keberanian yg tersisa, saya nekad lapor kpd Bapak Presiden #GusDur.
'Bapak Presiden, mohon ijin melaporkan, para demonstran itu belum jelas asal usulnya. Kami belum sempat mengidentifikasi. Ada baiknya Bapak Presiden menunda untuk menerima mereka'.
Begitu laporan saya.

Tahu bagaimana respon Bapak Presiden?

'Halah, kesuwen mas. Mereka juga warga negara kita. Panggil  masuk kesini!'.

'Siap Bapak Presiden!!'

Perintah presiden itu gak ada ceritanya gak dilaksanakan.
Maka kami meminta 5 orang perwakilan dr ratusan demonstran untuk masuk ke istana bertemu langsung dg Presiden RI! 
5 anak muda itu semua 'awut2an' dan berkeringat karena teriak2 berjam2 di terik matahari Jakarta.

Di pintu masuk istana, mereka berlima kita geledah tubuh dan tas bawaannya. Gak ada satu sentipun yang terlewatkan.
Ingat, ini pertama kali dlm sejarah Presiden RI menerima perwakilan demonstran. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kita semua perangkat presiden stress berat!

Setelah melalui semua prosedur keamanan, alkhirnya 5 orang perwakilan itu bertemu langsung juga dg Bapak Presiden RI di ruang kerja. Mereka berlima  duduk berjajar di depan meja kerja Bapak Presiden yang woles aja menghadapi para demonstran yg 'beringas' itu.

Benar juga dugaan kita.
Para demonstran itu langsung ngoceh panjang lebar tentang 'ketidakadilan kebijakan pemerintah'.
Mrk ini mahasiswa dr provinsi yg kaya akan minyak dan gas. Intinya mrk minta pembagian hasil yg jauh lebih besar atas hasil bumi. Kalimat2nya sangat keras.

Mendengar pernyataan2 mrk yg sangat keras itu, saya lihat Presiden #GusDur diam saja. Tak bereaksi. Wajahnya tetap datar. Beliau tetap mendengarkan keluhan2 mereka dg seksama. Tanpa reaksi. Kedua telapak tangan beliau bersatu bertumpu di meja kerja.

Hingga pada suatu saat.
Ketika sang demonstran menyatakan bahwa jika pemerintah tidak mengindahkan tuntutan mereka, mereka, akan mendeklarasikan diri untuk merdeka lepas dr NKRI.

Saat mendengar itu, Presiden #GusDur murka.
Braaaakk!!!

Tangan beliau menggebrak meja sambil beliau langsung berdiri.
Barang2 di meja langsung berantakan. Cangkir teh juga terguling tumpah. Pensil bolpen dll juga berantakan.

Tapi refleks saya nekad menghampiri beliau dan menyorongkan kursi beliau agar beliau tenang dan berkenan duduk kembali.

Alhamdulillah beliau berkenan duduk kembali dan memberikan arahan kpd para demonstran itu bahwa boleh saja protes ini itu tapi jangan sekali2 punya pikiran untuk memisahkan diri dg NKRI.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani