• News

  • Peristiwa

Ridwan Kamil: Ada 1,7 Juta Data KK Penerima Bansos Ternyata Ngaco

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Istimewa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melaporkan dinamika Bantuan Sosial (Bansos) di Jabar. Masalah utama tentang bantuan yang belum datang, terdapat data yang diajukan dari daerah banyak yang bermasalah. 

"Terdapat 1,7 juta data KK yang diinput ternyata invalid alias ngaco," tegas Kang Emil, sapaan akrabnya dikutip dari unggahannya, Rabu (29/4/2020).

Kang Emil menjelaskan, sebelum ada aparat di daerah yang marah-marah, dipersilahkan untuk instrospeksi. Intropeksi terkait, kenapa semangat mengisi nama warganya namun masih banyak tanpa alamat domisili atau nomor KTP atau NIK nya tidak ada. 

"Terjadi lompatan luar biasa, warga yang dibantu bansos melompat dari 9 juta jiwa sebelum covid menjadi 38 juta jiwa setelah covid," kata Kang Emil.

Dijabarkan, terdapat 63 persen warga Jabar kelas menengah jatuh pada garis rawan miskin. Terlampir, data terakhir per 28 April 2020 terdapat 9,4 juta KK yang dengan kerumitannya harus dibagi ke dalam 9 pintu bantuan. 

Maka dari itu, Provinsi Jabar yang bertanggung jawab di 2 pintu dari 9 pintu bantuan, memilih turun terlebih dahulu dari tanggal 15 April 2020 kepada warga yang datanya sudah bersih dan clear. 

Sedangkan pada 7 pintu bantuan lainnya adalah tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah kota/kabupaten. 

Bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) sendiri dikatakan mulai tanggal 20 April. Bantuan Kementerian Desa (Kemendes) baru akan dimulai pada tanggal 27 April. "Semoga ini semua menjadi maklum," tutup dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli