• News

  • Peristiwa

Soal Cap Banpres di Wadah Paket Bansos, Fadli Zon: Rakyat Tak Butuh Logo Tapi Isi

Paket bansos bantuan Presiden Jokowi.
Kemensos
Paket bansos bantuan Presiden Jokowi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Paket bantuan sembako dari pemerintah pusat untuk warga terdampak wabah Virus Corona COVID-19 diakui oleh Menteri Sosial Juliari Batubara, sempat tersendat. Persoalannya kata dia, lantaran tas yang digunakan kehabisan.

Paket sembako sudah tersedia. Namun, tas yang harusnya digunakan untuk menampung paket itu, kehabisan. Tas itu bertuliskan 'Bantuan Presiden RI' berwarna merah dan putih.

Di atasnya, ada logo Presiden Republik Indonesia. Di bawah tulisan 'Bantuan Presiden RI' juga ada tulisan 'Bersama Lawan COVID-19'. Lalu, ada enam imbauan pada tas itu sebagai protokol kesehatan, dan di paling bawah terdapat logo Kementerian Sosial.

Terkait hal tersebut, Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon mempertanyakan paket bantuan tersebut, apakah bantuan sosial atau bantuan presiden ?

Dikatakan Fadli Zon saat ini zaman telah berubah. Memberikan bantuan seharusnya tak perlu menggunakan logo yang dianggap sebagai pencitraan. Terlebih menurutnya, bantuan yang disalurkan berasal dari uang rakyat.

"lni bansos (bantuan sosial) atau banpres (bantuan presiden)? Zaman sdh berubah harusnya nggak perlu pakai logo utk pencitraan. Toh uang rakyat kembali ke rakyat. Bukan uang pribadi Presiden. Sy yakin rakyat tak butuh tas berlogo "banpres” tapi isinya," kata Fadli Zon dalam akun Twitternya @fadlizon. 

Seperti diketahui, pemerintah pusat dalam membantu warga terdampak, memberikan paket bantuan sembako dengan nominal Rp600 ribu dalam tiga bulan. Paket-paket itu dibagikan dua kali sebulan.

Untuk warga DKI Jakarta, ada sebanyak 1,2 juta yang memperoleh bantuan sebagai terdampak COVID-19. Menyusul kemudian warga di Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Untuk tas 'Bantuan Presiden RI' kini sudah tersedia lagi.

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P