• News

  • Peristiwa

Kritik Tas Bertulis Presiden, Netizen: Gerombolan Komisi VIII Lupa, Ditanya Ente Tidur

 Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto
foto: dpr.go
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto menyayangkan keterlambatan pemberian bantuan sosial ( bansos) untuk masyarakat terdampak Covid-19 karena tas jinjing yang belum tersedia.

Pernyataan Yandri Susanto mengundang banyak respons warganet. Akun Facebook @Berezman S'turi, Jumat (1/5/2020) membagikan tautan sambil berkomentar:

GEROMBOLAN KOMISI VIII LUPA, SAAT DI TANYA PAKAI ATAS NAMA BANTUAN SIAPA ENTE TIDUR..

WAHAI PASUKAN PEMBUAT UNDANG2, ADAKAH WAKTU ANDA SEDIKIT SAJA UTK TIDAK MENGURUSI HAL-HAL BEGINIAN..?...

@Thomson Sihaloho: Ketua komisi VIII anda tenang dan tidur aja yg penting gaji dan tunjangan mu lancar....

@Karlianus Sinaga: Setuju, dibubarkan saja gapake gaada arti selama ini justru bikin gaduh, karna pemahaman ber Negara, tdk tau, kecuali bikin ribut/kecewa,mulutnya aja ngatakan atas nama Rakyat.

@Erwin Pandia II: Mau kau bantuan nenek mu....!!!!!!!

Dilansir Kompas.com, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto menyayangkan keterlambatan pemberian bantuan sosial ( bansos) untuk masyarakat terdampak Covid-19 karena tas jinjing yang belum tersedia.

"Jadi keterlambatan itu ya kita sayangkan kalau alasannya tas bertuliskan bantuan presiden. Kan bukan tasnya yang mau dimakan, tapi berasnya sama bahan-bahan pokoknya," kata Yandri ketika dihubungi wartawan, Kamis (30/4/2020).

Yandri mengatakan, pemberian bantuan sosial seharusnya tidak perlu terlambat karena tas jinjing hanya untuk membungkus kemasan. Pemerintah, kata dia, bisa mengganti tas jinjing tersebut dengan alternatif lain.

"Tetap tas itu disiapkan, tetapi kan kalau (belum ada) bisa dibungkus sama yang lain, yang penting tepat waktu, sehingga masyarakat tidak berkeliaran dan tidak banyak yang pulang kampung dan tidak banyak masalah dan mengeluh," ujarnya.

"Saya juga enggak tahu kenapa kemasannya harus ada tulisan bantuan presiden," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Sosial Juliari Batubara mengakui distribusi bantuan sosial berupa paket sembako sempat tersendat karena persoalan kemasan.

Meski paket sembako sudah tersedia, namun terjadi keterlambatan dalam produksi tas jinjing yang digunakan untuk mengemas sembako.

"Awalnya iya (sempat tersendat) karena ternyata pemasok-pemasok (tas) sebelumnya kesulitan bahan baku yang harus impor," kata Juliari kepada wartawan, Rabu (29/4/2020).

Selain bertuliskan "Bantuan Presiden RI Bersama Lawan Covid-19", dalam tas itu terdapat pula panduan singkat untuk menghadapi virus corona seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kontak fisik, hingga larangan mudik.
Di bagian atas ada logo Presiden Republik Indonesia dan di bagian bawah logo Kemensos.

Meski produksinya sempat mengalami keterlambatan, namun Juliari menyebut saat ini sudah tak ada masalah.

Pemerintah bahkan sudah menambah perusahaan yang memproduksi tas tersebut.

"Sekarang supply kantong sudah lancar. Dan sebagai info, Sritex kami ajak kerja sama tidak dari awal. Mereka baru supply kantong sejak hari Rabu lalu," ucap Juliari.

Editor : Taat Ujianto