• News

  • Peristiwa

Anies Hitung Kesalahan Bansos,Guntur Romli: Semoga Tak Main Prosentase Korban Wafat Corona

Politis PSI Guntur Romli.
PSI
Politis PSI Guntur Romli.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, persentase pendistribusian bantuan sosial yang tepat sasaran menyentuh angka 98,4 persen. Tapi ia menyinggung justru informasi baik seperti ini tidak tersampaikan ke publik. Malah, kesalahan 1,6 persen yang disoroti.

Terkait hal tersebut, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli mengatakan, Anies Baswedan terus melakukan pencitraan dengan memprosentasekan bantuan sosial (bansos).

Menurutnya, sebagai ahli dalam berbicara, Anies Baswedan angka. Dirinya berharap prosentase tak dilakukan Anies terhadap korban wafat Covid-19 di Jakarta.

"Untuk pencitraan, @aniesbaswedan sdang memainkan prosentase, sejak kasus banjir, dia berkilah, yg tdk kebanjiran prosentase lebih banyak, persis main prosentase soal kesalahan bansos DKI, semoga dia tdk main prosentase warga DKI yg wafat akibat Covid-19," tulis Guntur dalam akun Twitternya, @GunRomli.

"Bagi ahli bicara sprt @aniesbaswedan semua hanya dikumpulkan dlm sederet angka, brp jumlah RT, RW, Kelurahan yg kebanjiran, brp korban yg mengungsi, klu terlalu besar dia akan main prosentase sprt kasus Bansos, pdhal di situ bukan soal angka tp ada manusia nya," tulisnya lagi.

Sebelumnya Anies menyadari penyaluran bantuan tidak sepenuhnya lancar dan tepat sasaran. Masih ada angka 1,6 persen yang diakui tersalurkan kepada mereka yang tidak berhak menerima, atau penerimanya sudah meninggal dunia.

Kekurangan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi Pemprov DKI di masa mendatang dengan memperbarui data calon penerima berdasarkan temuan di lapangan.

"Semua itu akan jadi bahan untuk koreksi dalam pendistribusian berikutnya," ucap dia.

Terlepas dari itu, Anies mengapresiasi keberhasilan TNI dan Polri yang membantu meningkatkan persentase tepat sasaran bantuan sosial Pemprov DKI kepada warga yang terdampak PSBB ini.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani