• News

  • Peristiwa

Bantu Misi Kristen, Joyce Warga AS Tewas di Papua, Netizen: Niat Baik antar Makanan tapi..

Joyce Lin, Pilot Cantik Pembantu Misi Kristen Tewas
foto: istimewa
Joyce Lin, Pilot Cantik Pembantu Misi Kristen Tewas

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang pilot wanita dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Cesna pengangkut logistik milik Mission Aviation Fellowship (MAF) yang jatuh di Danau Sentani, Jayapura, Papua. Pilot tersebut diketahui bernama Joyce Chaisin Lin (40), yang merupakan  Warga Negara (WN) Amerika Serikat (AS).

Berita tersebut mengundang simpati warganet. Akun Facebook @Fanny Pongge, Rabu (13/5/2020) membagikan tautan dan berkomentar: R.I.P. Niat baik untuk antar makanan tapi Tuhan Bertindak Lain.  Jasamu tak akan pernah dilupakan pilot cantik…

Ungkapan turut belasungkawa juga disampaikan banyak sekali netizen di sosial media.

Diberitakan sebelumnya, Joyce tercatat beralamat di Kompleks MAF, Jalan AMA Sentani RT 06 RW 03 Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan kecelakaan pesawat itu terjadi pukul 06.29 WIT.

“Pilot, Joyce Chaisin Lin (40), menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan, pukul 06.29 WIT,” kata Ahmad kepada wartawan di Jayapura, Selasa (12/5/2020), seperti dikutip dari detikcom.

Sebelum jatuh, pilot Joyce sempat memanggil tower ‘Mayday’ dan meminta RBT (mendarat darurat) Namun sayangnya saat petugas tower bandara Sentani memberikan pemanggilan, sudah tidak ada jawaban dari pilot atau pesawat hilang kontak.

Ternyata pesawat sudah jatuh di Danau Sentani, Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura.

Profil Joyce Chaisin Lin

Dilansir dari maf.org disebutkan bahwa Joyce Chaisin Lin adalah seorang pilot dan spesialis IT. Sebagai pilot, Joyce terbang untuk membantu mengubah kehidupan orang-orang yang terisolasi dengan menyediakan penerbangan evakuasi medis untuk menyelamatkan jiwa manusia.

Joyce melayani pengangkutan pasokan untuk pengembangan masyarakat, dan mengangkut misionaris, guru, dan pekerja bantuan kemanusiaan ke lokasi yang tidak dapat diakses.

Sebagai seorang spesialis IT, Joyce mengatur dan memelihara jaringan komputer untuk memungkinkan para misionaris dan pekerja kemanusiaan untuk menghubungi pendukung mereka dan mengakses sumber daya di Internet.

Joyce dibesarkan di Colorado dan Maryland. Sejak usia muda ia melakukan pelayanan gereja injili lokal non-denominasi.

Pada usia delapan tahun Joyce menunjukan ketertarikannya pada segala sesuatu yang berkaitan dengan komputer, terutama pemrograman komputer. Ketertarikannya dalam penerbangan juga berkembang pada usia dini karena seorang tetangga pilot yang membawanya ke pertunjukan udara lokal.

Joyce mengambil jurusan ilmu komputer di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan menerima gelar Sarjana Sains dan Magister Teknik dari MIT. Karena minatnya dalam penerbangan, ia juga memperoleh sertifikat pilot pribadi saat masih kuliah.

Setelah lulus, Joyce bekerja selama lebih dari satu dekade sebagai spesialis komputer hingga berposisi sebagai Direktur Teknis di perusahaan komersial.

Selama waktu itu Joyce merasa terpanggil untuk menghadiri seminari dan mendaftar di Seminari Teologi Gordon-Conwell, akhirnya lulus dengan gelar Master of Divinity.

Saat di seminari, Joyce menemukan ada penerbangan misi. Ia terkejut menemukan sebenarnya ada pekerjaan yang menggabungkan minatnya dalam komputer, penerbangan, dan pelayanan Kristen.

Dari saat itu, Joyce telah memegang keyakinan kuat akan panggilan Tuhan agar dia bekerja untuk menjadi pilot misionaris. Dia memperoleh peringkat instrumen dan sertifikat komersial, dan bekerja sebagai instruktur penerbangan untuk memenuhi persyaratan pilot MAF.

Kamal menjelaskan pesawat kargo jenis kodiak K-100 PK- MEC milik MAF take-off dari Bandara Sentani tujuan Distrik Manut, Kabupaten Tolikara, membawa logistik bahan makanan dan tidak berpenumpang.

“Saat ini, tim SAR gabungan telah mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan tindakan medis. Sementara itu, untuk badan pesawat telah berhasil dievakuasi dari dasar danau yang dalamnya sekitar 13 meter,” tambahnya.

Kamal juga menyebutkan aktivitas penerbangan di Bandara Sentani tidak terganggu oleh adanya kecelakaan itu.

Editor : Taat Ujianto