• News

  • Peristiwa

Komentar Menohok Muannas Soal Habib Bahar dan Pengikutnya

 Komentar Menohok Muannas Soal Habib Bahar dan Pengikutnya
Demokrasi
Komentar Menohok Muannas Soal Habib Bahar dan Pengikutnya

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid  mengomentari pernyataan Habib Bahar bin Smith yang mengaku tidak takut masuk penjara lagi demi memperjuangkan rakyat dan bangsa Indonesia.

Muannas menyebut, Habib Bahar dipenjara karena kasus penganiayaan terhadap anak, namun di depan banyak orang ia dengan lantangnya mengatakan sedang berjuang demi rakyat yang kemudian disambut pekik takbir para pengikutnya.

Hal itu disampaikan Muannas melalui akun Twitter-nya, dengan mengunggah potongan video pernyataan Habib Bahar yang viral di media sosial.

"Jalani hukuman atas tuduhan penganiayaan terhadap anak, tapi di depan banyak orang bisa dengan lantang ditangkap karena sedang berjuang demi rakyat, terus ditakbiri & diamini," cuit Muannas, Minggu (17/5/2020).

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini lantas menyinggung soal moralitas orang yang merasa selalu benar.

"Betul, matinya dogma itu berarti kelahiran moralitas, makanya orang yang merasa selalu benar moralitasnya berkurang," kata @muannas_alaidid.

Sebelumnya, beredar di media sosial video orasi Habib Bahar setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (16/5/2020).

Dalam orasinya, Habib Bahar mengaku tidak takut masuk penjara lagi demi memperjuangkan rakyat dan bangsa Indonesia.

"Saya tidak takut besok pagi ditangkap polisi, dipenjara lagi kalau tidak bersalah," kata pria berambut pirang itu di hadapan pengikutnya dalam sebuah acara.

"Sore ini saya keluar, besok pagi saya ditangkap lagi demi berjuang untuk rakyat, berjuang untuk Indonesia, berjuang untuk rakyat susah yang sengsara di-lockdown, dimatikan di dalam rumahnya sendiri. Saya ridho, saya ikhlas," tegas Bahar yang disambut gema takbir para pengikutnya.

Sebagaimana diketahui, Habib Bahar divonis hukuman 3 tahun penjara atas perbuatannya menganiaya dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. 
Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa selama 6 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara.

Habib Bahar bebas usai jalani setengah masa tahanannya dan mendapatkan program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). 


Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani