• News

  • Peristiwa

SMP, SMA, SMK Jadi Satuan Pendidikan Perdana yang Boleh Sekolah Tatap Muka 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, terdapat enam persen (85 Kabupaten/Kota) di zona hijau yang diperbolehkan untuk lakukan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru. 

Urutan tahap dimulainya pembelajaran tatap muka dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik menerapkan protokol kesehatan. 

"Tahap I hanya diperkenankan bagi SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, dan Paket B," kata Mas Menteri, sapaan akrabnya. 

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Nadiem saat Webinar Pengumuman Surat Keputusan Bersama (SKB) bersama Mendikbud, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan Ketuw Komisi X DPR, Senin (15/6/2020).

"SD saat ini belum dipersilahkan membuka (tatap muka sekolah). Tunggu dua bulan lagi (setelah tahap I). Kalau masih oke, zona hijau, baru boleh SD, MI, Paket A dan SLB tatap muka di tahap II" jelas dia.

Sedangkan PAUD formal dan non formal menjadi tahap III atau paling terakhir diperbolehkan bersekolah tatap muka. Perhitungannya, dua bulan setelah tahap II.

"PAUD paling terakhir. Jadi di bulan ke lima dari tahun ajaran baru bisa sekolah tatap muka. Ketentuannya, bila kabupaten/kotanya masih zona hijau," jelas Mendikbud

Lebih lanjut Mendikbud jelaskan bahwa ketentuan tahapan tersebut telah melalui berbagai masukan dari para stakeholder. Disebut, ini adalah cara yang paling pelan untuk melakukan sekolah secara tatap muka kembali, karena yang diutamakan adalah keamanan dan kesehatan. 

"Kenapa yang muda (PAUD) yang terakhir? Karena mereka masih sulit melakukan social distancing," tegas dia. 

Perlu digarisbawahi juga, bila kabupaten/kota zona hijau yang boleh lakukan sekolah tatap muka lantas berubah menjadi zona kuning, maka ketentuan akan kembali lagi dari nol. Artinya, kembali belajar dari rumah.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati