• News

  • Peristiwa

Anggota DPR Pertanyakan Penggunaan Pasal Korupsi untuk Kasus Jiwasraya

Anggota Komisi III DPR, Benny K Harman.
Parlementaria
Anggota Komisi III DPR, Benny K Harman.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi III DPR, Benny K Harman mempertanyakan penerapan pasal yang dipakai Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menjerat para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Pertanyaan itu dilontarkan Benny saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Jiwasraya Komisi III DPR dengan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus)

Kejaksaan Agung (Kejagung) Ali Mukartono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (2/7/2020) lalu.

“Saya sampai saat ini, mohon maaf, saya belum melihat, apa perbuatan yang dituduhkan sebagai korupsi itu. Pasal berapa yang dipakai? Kayak apa begitu?,” tanya Benny.

Benny juga menegaskan diskusi atau pendalaman kasus Jiwasraya tidak akan bisa dilakukan jika penerapan pasal yang disangkakan dalam kasus ini tidak jelas.

Sebab, lanjutnya, apa yang terjadi dalam kasus Jiwasraya merupakan perbuatan bisnis, tetapi oleh JPU dikategorikan tindak pidana korupsi.

“Tetapi apa perbuatan yang oleh JPU, kemudian dikategorikan tindak pidana korupsi, ini tidak jelas, sehingga sulit melakukan pendalaman,” ujarnya.

“Saya kira, kalau ini sudah diketahui, siapa yang terkait disitu, akan jelas semua,” jelas politisi Partai Demokrat itu.

Lebih lanjut, Benny menantang Jampidsus untuk membongkar kasus ini secara terang benderang. “Perusahaan kah? perorangan kah? Afiliasi langsung atau tidak langsung? Semua harus jelas. Mau nggak ini dibuka segamblang- gamblangnya,” tegasnya.

Benny mengaku upaya membongkar kasus Jiwasraya secara terang benderang mau tidak mau akan menyentuh banyak pihak. Tetapi demi rasa keadilan publik maka harus dibongkar.

“Dan akan mungkin ada kesan, kita mengintervensi proses peradilan. Saya katakan tidak. Kita kawal itu. Itu wewenang Kejaksaan. Tetapi kita ingin tau, kasusnya. Kalau tidak terbuka maka, kita tidak akan mencapai tujuan dengan pembentukan Panja ini,” pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli