• News

  • Peristiwa

BD Ngamuk Bakar Foto HRS, tapi Diam saat Dasar Negara Diganti,CW: Kalau di Papua Otak Mati

Tokoh Papua, Christ Wamea
Istimewa
Tokoh Papua, Christ Wamea

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Papua, Christ Wamea (CW) menanggapi aksi pembakaran poster Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab oleh Boedi Djarot (BD), koordinator lapangan dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Christ mempertanyakan aksi 'ngamuk' Boedi Djarot, sementara Rizieq Syihab sudan tiga tahun berada di Arab Saudi.

Namun sikap berbeda ditunjukan Boedi saat Pancasila sebagai dasar negara mau dirubah secara konstitusional melalui Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Menurutnya jika di Papua orang ngawur seperti Boedi dibilang "otak mati".

"Imam besar FPI HRS sdh tiga tahun di Arab Saudi tapi si Boedi Djarot msh ngamuk di Indonesia. Pancasila yg sbg Dasar Negara mau dirubah scr konstitusional melalui RUU HIP DPR RI tdk ribut. Klu di Papua org yg ngawur spt ini dibilang "otak mati"," kata Christ Wamea dalam akun twiternya @ChristWamea.

Sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial pada Senin (27/07/2020) malam, menayangkan sekelompok massa melakukan demonstrasi. Tampak massa tersebut mencoba melakukan pembakaran terhadap foto Habib Muhammad Rizieq Syihab (HRS).

Namun, sebagaimana pantauan di lokasi pada Senin sekitar pukul 22.30 WIB, ternyata foto Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut tampak tidak mempan dibakar. Api kecil sempat menyala sekitar kurang dari 6 detik saja saat disulut oleh seseorang dengan korek gas, tapi api lantas mati.

Massa pun kembali mencoba membakar foto HRS pada sebuah poster besar tersebut. Namun, beberapa kali gagal meskipun telah dibantu dengan cairan yang tampaknya bahan bakar minyak bensin.

Setidaknya tiga kali dilakukan upaya pembakaran foto Habib Rizieq, namun selalu gagal. Akhirnya, sejumlah massa yang mayoritas berseragam merah itu pun merobek-robek foto Habib Rizieq. Sontak kejadian ini mengundang reaksi dari warganet.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati