• News

  • Peristiwa

Lecet Vagina Kasus Sejoli Tanpa Busana Terkuak, MLT: Moga Keluarga Diberi Kesabaran

Fakta baru kasus penemuan jasad tanpa busana di Pelabuhan Merak
Infomenia.net
Fakta baru kasus penemuan jasad tanpa busana di Pelabuhan Merak

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus penemuan jasad pasangan sejoli di Pelabuhan Merak hingga kini masih menjadi sorotan warganet. Fakta terbaru hasil penyelidikan aparat ditemukan adanya tanda-tanda lecet di vagina pihak jasad wanita akibat hubungan intim dan bukan karena ada unsur pidana.

Akun FB @Mak Lambe Turah, Rabu (29/7/2020) yang terus memantau berita tersebut membuat cuitan: "Semoga keluarga diberikan kesabaran. pelajaran buat yg lain, pikir2 dulu segala sesuatu hal sebelum bertindak. Apes datang kapan, kita ga tau.."

Cuitannya juga ditanggapi banyak warganet:

@Fanny Tunora: Kasihan anak istrinya nanggung malu yg udah meninggal sih urusannya di akhirat

@Bu'e NDiz Kriewiell: bahan gibah tetangga 1kecamatan yg kasian kluarga yg ditinggalkn..

Sebelumnya diberitakan, pria dan perempuan yang tewas tanpa busana di Pelabuhan Merak diduga keracunan karbon monoksida. Sejoli yang sudah berkeluarga ini diduga selingkuh dan indehoy sebelum tewas.

Temuan fakta terbaru itu diungkap Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2020).

"Hasil keterangan keluarga mereka masing-masing, kebetulan HP-nya ada dan nyala terus, dan datang keluarga kedua korban. Mereka kasih keterangan korban sama-sama sudah berkeluarga. Kalau hubungan mereka pacaran atau bukan karena kita nggak memperdalam ke sana, yang penting bukan pasutri," ungkap Yudhis.

Jenazah pria teridentifikasi atas nama Suharto (54) yang merupakan sopir travel gelap dengan rute Palembang, Sumatera Selatan menuju Jepara dan Blora, Jawa Tengah.

Sedangkan jenazah perempuan bernama Retno alias RW (33) yang merupakan penumpangnya. Keduanya berasal dari Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Mereka masing-masing telah berkeluarga dan memiliki anak.

"Keterangan keluarga mereka bukan suami istri, cuma memang domisilinya satu kecamatan," kata Yudhis.

Kondisi kedua mayat saat ditemukan oleh penumpang lain berada di jok baris tengah dan setengah telanjang di dalam mobil Toyota Innova pelat nomor BG 1795 J yang berada di atas kapal KMP Nusa Putra pada Minggu 26 Juli 2020 pukul 20.30 WIB.

"Sudah (berhubungan intim) kalau dari bukti-bukti yang ada dari hasil visum dan autopsi dari dokter ya kemungkinan sudah melakukan hubungan intim," ujar Yudhis.

Polisi juga mengantongi bukti berdasarkan hasil visum luar oleh tim Inafis Polres Cilegon yang menyebut ada luka lecet di bagian vagina korban perempuan yang tewas tanpa busana di mobil. Luka lecet itu diduga akibat bersetubuh.

"Kalau di perempuannya kan ada lecet di vagina kemungkinan sehabis berhubungan intim," kata dia.

Polisi kemudian menyimpulkan keduanya sempat berhubungan badan sebelum meninggal.

Selain itu, polisi telah memastikan kedua korban diduga keracunan karbon monoksida. Yudhis menegaskan polisi tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kasus ini.

"Kita hanya menyelidiki penyebab kematian saja tidak menemukan unsur pidana di tubuh korban, hasil autopsi karena keracunan karbon monoksida," ujar dia.

Keduanya diperkirakan tewas dalam perjalanan dari Bakauheni ke Merak. Jam kematian korban diperkuat dengan hasil autopsi jenazah dan dinyatakan meninggal 2-3 jam sebelum mayat ditemukan.

"Hasil autopsi itu meninggal perkiraannya 2-3 jam. Kita tidak temukan itu (unsur pidana). Kalau di perempuannya kan ada lecet di vagina kemungkinan sehabis berhubungan intim," kata dia.

Polisi tidak menyelidiki lebih jauh terkait apakah keduanya menjalin hubungan asmara hingga berani bersetubuh di dalam mobil.

"Bukti-bukti yang ditemukan mengarah ke sana (berhubungan intim). Kalau soal apakah mereka punya hubungan asmara atau tidak, kita tidak sampai ke situ, kita hanya menyelidiki penyebab kematian," kata Yudhis.

Editor : Taat Ujianto
Sumber : Detik.com