• News

  • Peristiwa

Bebas dari Kemiskinan, Begini Kebahagiaan KPM PKH yang Graduasi

 Bebas dari Kemiskinan, Begini Kebahagiaan KPM PKH yang Graduasi
Bebas dari Kemiskinan, Begini Kebahagiaan KPM PKH yang Graduasi

BOGOR, NETRALNEWS.COM - Kabar bahagia datang dari Kabupaten Bogor, pasalnya dihadirkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH). Adalah Dahlia salah satu KPM dari Cibereum.

Raut wajah bahagia terpancar di wajah ibu Dahlia saat menerima piagam penghargaan dari Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Pepen Nazaruddin.

Dahlia mengaku sangat bersyukur bisa graduasi dan tidak lagi menerima bantuan dari pemerintah.

"Alhamdulillah saya bisa keluar dari program ini sehingga bisa digantikan dengan warga miskin lainnya," kata Dahlia.

Pernyataan itu disampaikan dalam sela-sela acara rakor dan pemantapan SDM PKH Kabupaten Bogor, Kamis (6/8/2020).

Dahlia katakan, keputusan untuk mengundurkan diri dari penerima bantuan PKH ini diambil Dahlia setelah usaha servis barang-barang elektronik yang dijalankan suaminya mengalami kemajuan. Meski dia sendiri masih mempunyai unsur anak balita yang masih dimungkinkan untuk menerima PKH.

"Saya menjadi peserta PKH selama 3,5 tahun dan seiring penghasilan suami mulai membaik kami putuskan mengembalikan bantuan itu kepada pemerintah. Kami memilih mundur dari penerima bantuan," jelas Dahlia.

Dahlia kini bisa bernafas lega dapat keluar dari masalah kemiskinan yang sempat menghampiri keluarganya. "Berkat bantuan dan bimbingan dari SDM PKH kini penghasilan keluarganya bisa mencapai 4-5 juta setiap bulannya," sambung dia.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bogor Yanti Gunayanti menjelaskan PKH sangat membantu program pemkab dalam mengentaskan kemiskinan. Oleh karenanya, peningkatan jumlah graduasi harus terus didorong agar warga miskin lainnya bisa mendapatkan giliran menerima bantuan PKH.

"Kami bersama SDM PKH kabupaten Bogor akan berusaha keras agar banyak KPM PKH yang tergraduasi. Sehingga jatah yang mereka tinggalkan dapat diisi oleh warga miskin lainnya," kata Yanti.

Yanti menambahkan salah satu indikator keberhasilan kerja pemerintah daerah adalah jika dapat menekan angka kemiskinan.

Hingga Juli 2020, angka kemiskinan di Bumi Tegar Beriman mencapai angka 9,6 persen. Sebelumnya angka kemiskinan di kabupaten Bogor mencapai 6,6 persen. Meningkatnya angka kemiskinan itu tidak terlepas dari dampak Pandemi Covid-19.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani