• News

  • Peristiwa

Sindir Ibas Yudhoyono, Elit PKPI: Halunya Jangan Kelamaan Karena Itu Kerjaan Orang Mabok

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi.
Istimewa
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) jadi sorotan publik beberapa hari terakhir menyusul pernyataannya soal prestasi Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menyinggung berbagai persoalan bangsa saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan Ibas itu menuai kritik dan cibiran dari sejumlah pihak, tak terkecuali

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi.

Melalui akun Twitternya, Teddy melontarkan sindiran dengan meminta publik untuk tidak membully Ibas di saat Waketum Partai Demokrat itu sedang berhalusinasi.

"Jangan bully Ibas saat dia sedang berhalusinasi, karena setiap orang berhak untuk berhalusinasi. Tapi halunya jangan kelamaan juga, kalau kelamaan, itu kerjaan orang mabok," cuit @TeddyGusnaidi, dikutip netralnews.com, Sabtu (15/8/2020).

Sebelumnya, Ibas Yudhoyono menyebut bahwa begitu banyak tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, seperti pandemi Covid-19, tantangan di bidang ekonomi, keuangan, pembangunan, kesejahteraan, penegakan hukum, demokrasi dan hak-hak sipil.

Menurutnya, tantangan itu ditambah lagi pembahasan regulasi yang belum rampung seperti Rancangan Undang-undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP), RUU Omnibus Law Cipta Kerja, serta RUU Pemilu dan RUU Pilkada.

Padahal, lanjut Ibas, dalam situasi dan kondisi bangsa saat ini, yang dibutuhkan rakyat adalah kepastian, bukan janji. "Rakyat perlu kepastian, kepercayaan dan keyakinan. Rakyat perlu bukti, bukan janji,” kata Ibas di hadapan anggota Fraksi Partai Demokrat DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (6/8/2020).

Ibas mengungkapkan, kepastian, kepercayaan dan keyakinan itu pernah diwujudkan saat SBY menjabat sebagai Presiden pada 2004-2014. Menurutnya, ketika SBY mempimpin, kondisi perekonomian Indonesia meroket, APBN meningkat hingga persentase tingkat kemiskinan dan pengangguran di era SBY terjaga.

"Alhamdulillah, kita pernah membuat itu. Ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defisit kita terjaga,

pendapatan rakyat naik dan lain-lain yang too few too mention, termasuk tentang presentase kemiskinan dan pengangguran yang menurun," jelas Ibas

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati