• News

  • Peristiwa

Teroris Akan Serang Tempat Ibadah dan Polres Kampar, Tak Diduga Pengamat Ungkap Ini

Dokumentasi anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Jawa Barat
Foto: Antara
Dokumentasi anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Jawa Barat

RIAU, NETRALNEWS.COM - Pengamat hukum pidana dari Universitas Riau, Dr Erdianto Effendi SH Mhum, meminta masyarakat tetap waspada dan mengawasi orang-orang mencurigakan adalah terduga teroris serta jangan takut melapor jika ada yang mencurigakan pada mereka.

"Sebab merencanakan perbuatan teror adalah sama dengan melakukan teror sebagaimana diatur dalam UU Nomor 15/2013 termasuk memiliki bahan yang dapat menjadi sarana teror," kata dia, di Pekanbaru.

Ia menyatakan itu terkait Detasemen Khusus 88 Antiteror bersama dengan Kepolisian Daerah Riau berhasil menangkap lima terduga teroris di suatu perkampungan Kabupaten Kampar, Riau.

Menurut dia, perbuatan-perbuatan teror semacam itu bisa saja terjadi dalam perkara lain namun dalam praktik hukum selama ini belum disebut terorisme kecuali jika dapat dibuktikan adanya hubungan antara kelompok dengan jaringan kelompok yang diidentifikasi sebagai organisasi teroris.

Ia mengatakan, teroris sulit diberantas karena mereka bekerja dengan sistem sel, selain sangat tertutup dengan lingkungannya, namun eksklusif, dan bergerak.

"Pemidanaan kepada pelaku teror tidak bisa dilakukan dengan model pemenjaraan biasa berupa pidana perampasan kemerdekaan, tetapi harus disertai dengan program deradikalisasi, yaitu merubah cara pandang mereka tentang negara dan agama," katanya.

Selagi pemahaman mereka tetap pada pendirian semula, katanya lagi maka, hasrat untuk melakukan perlawanan akan tetap ada. Senjata bisa dilumpuhkan dengan kekuatan senjata yang lebih kuat, dan negara tidak mungkin kalah, tetapi cara pandang dan ide akan tetap jadi api dalam sekam.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Polres Kampar, Inspektur Polisi Satu Deni Yusra, menyebutkan, kelima terduga teroris yang ditangkap awal pekan ini adalah SU, TJ, SY, LR dan TW, yang diringkus di Desa Suka Mulya, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Hasil pemeriksaan Detasemen Khusus 88 Antiteror, dia mengatakan para terduga pelaku disebut berniat menyerang tempat ibadah dan Markas Polres Kampar.

Ia mengatakan para terduga teroris itu berasal dari satu jaringan yang sama yakni Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Penangkapan kelima orang itu juga masih erat kaitannya dengan penangkapan NW, seorang terduga teroris dari JAD yang dibekuk di Perawang, Siak, Riau, awal Agustus 2020.

"Kelima terduga teroris ini terlibat dalam menyembunyikan dan memberikan fasilitas terhadap DPO terkait tindak pidana terorisme NW," ujarnya.

NW sendiri berhasil ditangkap petugas di rumah kontrakannya di Kabupaten Siak itu. Ia juga terlibat dalam kasus pembuatan bahan peledak dan merencanakan aksinya bersama dengan empat pelaku lain yakni AZ, ZZ, AM dan KH yang diamankan pada 21 Juni 2020.

Editor : Taat Ujianto
Sumber : Antara