• News

  • Peristiwa

Persekusi HTI oleh Banser di Rembang Dinilai Wajar, FH: Kalau PKI Berserikat Lagi, Boleh ?

Ferdinand Hutahaean, politisi Partai Demokrat.
Twitter Ferdinand Hutahaean
Ferdinand Hutahaean, politisi Partai Demokrat.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aksi penggerudukan puluhan Banser ke sebuah yayasan pendidikan menuai pro dan kontra setelah video rekamannya viral di sosial media. Banser menilai yayasan tersebut sebagai sarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) penyebar paham Khilafah.

Tak sedikit netizen yang mengatakan hal tersebut sebagai bentuk persekusi dan sebagai wujud hak berserikat terancam. Namun ada juga yang menyebut apa yang dilakukan anggota Banser merupakan hal yang wajar, mengingat HTI merupakan organisasi terlarang.

Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan aksi penggerudukan anggota Banser tersebut merupakan hal yang wajar, dan bukan merupakan persekusi. Orang yang menganggap itu persekusi, maka dia punya pemikiran yang penyimpang.

Ia pun mempertanyakan jika HTI tak dilarangnya, apakah boleh PKI kembali berserikat ?

"Yang menyatakan pembubaran HTI dan kejadian di Rembang sebagai persekusi dan wujud hak berserikat terancam, adalah pemikiran menyimpang dan tak wajar. HTI dan khilafahnya terlarang, maka yang menyebarkan melanggar UU No 2/2017," kata dia dalam cuitannya diakun twitter.

"Bgmn kalau PKI berserikat lg, boleh?" lanjutnya.

Sebelumnya anggota Banser mendatangi Lembaga pendidikan madrasah, Yayasan Al Hamidy – Al Islamiyah di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kamis (20/8/2020).

Mereka menduga lembaga pendidikan TK, MI dan MTs itu menjadi sarang HTI dan penyebaran paham khilafah.

Aksi tersebut menjadi perhatian banyak orang di media sosial. Sebagian menilai aksi tersebut merupakan tindakan 'persekusi' karena dilakukan dengan dengan kekerasan verbal terhadap seorang ulama bernama Zainullah.

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P