• News

  • Peristiwa

Said Didu Imbau Hindarkan Anak-Anak dari Diskusi para Penjilat dan BuzzeRp

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
Istimewa
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Said Didu mengingatkan para orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar tidak menyaksikan diskusi atau debat yang menghadirkan narasumber para "penjilat dan buzzeRp".

Pasalnya, Said berpendapat bahwa menonton diskusi atau debat para penjilat dan buzzeRp bisa berakibat pada kerusakan mental. 

"Untuk menghindari kerusakan mental anak cucu kita, mari kita jaga mereka agar tidak menonton diskusi atau debat yang hadirkan para penjilat dan buzzeRp," tulis Said Didu di akun Twitternya, @msaid_didu, Rabu (26/8/2020). 

Cuitan mantan sekretaris Kementerian BUMN itu ramai dikomentari netizen. Banyak yang sepakat dengan cuitan tersebut, namun tak sedikit juga netizen yang justru balik menyindir Said Didu

Berikut komentar sejumlah netizen menanggapi cuitan Said Didu

"Sabar yah pak, 2024 msh lama, tahan aja dulu sakit hatinya sampe thn 2024, itupun kalo kubu bapak yg naik, kalo bukan lagi kubu bapak yg naik, selamat melanjutkan lagi sakit hatinya sampe thn 2029," kata @Sayang_NKRI.

"Untuk menghindari kerusakan mental anak cucu kita, mari kita jaga mereka agar tidak menonton diskusi atau debat yang hadirkan para penjilat dan barisan sakit hati yang suka nebar hoax karena dipecat akibat tidak bisa kerja dan tidak dapat jabatan apapun...," sentil @Solid01.

"Untuk menghindari kerusakan mental anak cucu kita, mari kita jaga mereka agar tidak menonton diskusi atau debat yg hadirkan para mantan pejabat sakit hati dan mantan pejabat yg di pecat karena dinilai tidak bagus kinerjanya," cuit @bayangsemoe.

"Untuk menghindari kerusakan mental pada anak cucu kita, hindari kelompok mantan pejabat pecatan barisan sakit hati yg balik melawan Jokowi karna dengki dan iri," sindir @ditto_ar.

"Seharusnya dibalik, jangan biarkan menyimak barisan sakit hati karena penuh provokasi, bahkan tdk segan sebar hoax. Contoh nya kasus Ratna Sarumpaet (emoji tertawa)," tulis @kangngabei.

"Setuju prof, kite aje yang udeh cukup umur mual-mual liat cara mereka berdebat apalagi anak-anak atau remaja...," kata @Kazoth1.

"Sangat Setuju! Jangan jd sarana pembodohan publik dan generasi yg akan datang," komentar @73Buset.

"Mantap betul pak ajakannya,siiaaaaplah," cuit @jokomandiro.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati