• News

  • Peristiwa

Muannas: Jika Akun Opposite6891 Tertangkap, Bisa Jadi Mimpi Buruk Buat Haikal Hassan

Kuasa hukum pegiat media sosial Denny Siregar (DS), Muannas Alaidid
Istimewa
Kuasa hukum pegiat media sosial Denny Siregar (DS), Muannas Alaidid

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kuasa hukum pegiat media sosial Denny Siregar (DS), Muannas Alaidid menyoroti perkembangan kasus kebocoran data pribadi kliennya. 

Muannas mempertanyakan kendala apa yang dihadapi pihak kepolisian sehingga belum berhasil meringkus pemilik akun Twitter @opposite6891 yang menyebarkan data pribadi Denny di media sosial. 

Pasalnya, sejauh ini polisi baru berhasil meringkus FPH (26), terduga pelaku yang membocorkan data Denny ke @opposite6891. FPH merupakan karyawan outsourcing Telkomsel yang bekerja sebagai Customer Service di GraPARI Rungkut, Surabaya.

Selain itu, Muannas juga menyinggung terseretnya nama juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Haikal Hassan dalam kasus tersebut. Haikal diisukan pernah mentransfer sejumlah uang ke pemilik akun Twitter @opposite6891.

"Sayang masih level karyawan rendahan FPH yang baru ditangkap soal kebocoran data DS," tulis Muannas di akun Twitternya, Senin (31/8/2020). 

"Saya belum tahu kendala apa, karena sampai hari ini pemilik akun kelompok radikal @opposite6891 belum juga tertangkap, meski Haikal Hasan diduga terseret namanya sebagai penyokong dana. Kita terus desak & kawal kasusnya," sambung @muannas_alaidid.

Pada cuitan lainnya, Muannas menyebut bahwa seandainya pemilik akun @opposite6891 tertangkap, maka hal itu akan menjadi mimpi buruk bagi Haikal Hassan

"Andai pemilik akun @opposite6891 tertangkap bisa jadi mimpi buruk buat Haikal Hasan soal dana yang dikirimnya yang katanya cuma bantuan dirinya & keluarganya meski bukan siapa-siapa," ungkap Muannas. 

Tapi kalo hasil penyelidikan terungkap ada hubungan dana itu dengan kebocoran data DS, turut serta dia. Semoga," pungkas @muannas_alaidid.

Sebelumnya, nama penceramah Haikal Hassan Baras terseret dalam kasus kebocoran data pribadi pegiat media sosial Denny Siregar. Haikal diisukan pernah mentransfer sejumlah uang ke pemilik akun Twitter @opposite6891, akun yang membocorkan data pribadi Denny Siregar di media sosial.

Adalah akun @xdigeeembok yang mengungkapkan soal adanya transfer uang dari Haikal Hassan ke pemilik akun @opposite6891. Akun @xdigeeembok menyebut nama pemilik akun @opposite6891 adalah Wahyu Budi Laksono alias Irsan A Rauf.

"Ada temuan menarik neh? Apa hubungan Babe @haikal_hassan dgn Wahyu Budi Laksono aka  Irsan A Rauf aka @opposite6891. Mau tau gak neh?," cuit @xdigeeembok, Jumat (9/7/2020).

"Dear Babe @haikal_hassan plis email yang dipakai di HP bapak tolong diganti.

Kalo bisa nomor sama HP bapak diganti sekalian. Coba HP diganti iPhone 11 Pro Max warna hijau. Gara-gara bapak ceroboh ayyy bisa ngintip bapak pernah transfer ke Wahyu Budi Laksono," ungkap @xdigeeembok.

Menurut @xdigeeembok, uang yang ditransfer juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 ke Wahyu Budi Laksono sebesar Rp5 juta.

"Beh @haikal_hassan jgn biasain capture pernah transfer Rp 5 Juta ke Wahyu Budi Laksono di Bank **A. Gak usah dicapture trus tanpa sengaja kesimpan ke Google Foto. Nah ayyy jadinya bisa ngintip. Ayyy skill-nya cuma segitu. Gak ada orang dalem di Bank," beber @xdigeeembok.

Seperti diberitakan, akun twitter @opposite6891 menyebarkan data pribadi yang diduga milik Denny Siregar. Dalam unggahannya, @opposite6891 menampilkan data yang terdiri dari nama, alamat, NIK, KK, IMEI, OS, hingga jenis perangkat.

Tindakan @opposite6891 itu membuat Denny Siregar bereaksi. Ia meminta tanggungjawab Telkomsel terkait dugaan kebocoran data pribadinya. Denny juga mengadu ke Kemenkominfo.

Merespons aduan Denny, Kemenkominfo 

meminta Telkomsel untuk melakukan investigasi internal dan menelusuri lebih lanjut soal masalah tersebut.

"Kementerian Kominfo telah meminta kepada penyelenggara jaringan bergerak seluler terkait, khusunya PT Telkomsel, untuk melakukan investigasi internal dan menelusuri apakah telah terjadi pencurian atau kebocoran data pelanggan telekomunikasi seluler. Diharapkan hasil investigasi ini dapat segera disampaikan," kata Menkominfo Johnny G. Plate, Selasa (7/7/2020).

Pihak PT Telkomsel juga angkat bicara terkait kasus dugaan kebocoran data pribadi Denny Siregar. Senior Vice President Corporate Secretary Telkomsel Andi Agus Akbar mengatakan, pihaknya akan memberikan perhatian serius terhadap keluhan Denny.

“Kami sangat menyayangkan ketidaknyamanan Denny Siregar sebagai pelanggan atas keluhan yang disampaikan terkait adanya dugaan penyalahgunaan data pelanggan. Telkomsel berkomitmen memberikan perhatian serius untuk memastikan penanganan keluhan tersebut secara terbuka dan tuntas,” ujar Andi melalui keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020).

Selain itu, Andi menyebut bahwa PT Telkomsel juga telah menindaklanjuti permintaan Kemenkominfo dengan melakukan proses investigasi dan melaporankan masalah tersebut ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Rabu (8/7/2020).

Sehari setelah masalah itu dilaporkan Telkomsel, pada Kamis (9/7/2020),

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap karyawan Telkomsel yang diduga membocorkan data pribadi Denny Siregar kepada akun Twitter @opposite6891.

Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Kombes Reinhard Hutagaol menjelaskan bahwa tersangka merupakan karyawan outsourcing di GraPARI Telkomsel Rungkut Surabaya. Dia memiliki akses membuka data pribadi pelanggan.

"Tersangka adalah karyawan outsourcing daripada GraPARI Rungkut Surabaya jadi dari karena dia outsourcing dan bertugas sebagai customer service dia mempunyai akses terbatas atas data pribadi pelanggan," kata Reinhard, Jumat (10/7/2020).

"Jadi didapatlah bahwa si tersangka dengan tidak melalui otorisasi, artinya yang bisa melakukan akses terhadap data-data tersebut adalah pelanggan itu sendiri atau permintaan dari atasan jadi tanpa ada otorisasi jadi melakukan pembukaan file atas nama DS," ujarnya.

Setelah membobol data pribadi Denny Siregar, tersangka lalu mengambil foto data tersebut. Foto itu kemudian dikirim ke akun Twitter @Opposite6890. "Data tersebut yang ada itu difoto, di-capture karena memang di copy paste tidak bisa di dalam sistem tersebut, kemudian foto tersebut dikirimkan melalui DM ke akun opposite6890," ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan, motif pelaku membocorkan data Denny Siregar karena unsur kebencian. “Motifnya itu yang bersangkutan tidak menyukai DS karena pernah dibully akun medsos pendukung DS, ini yang kita dapat dari tersangka,” ujar Reinhard.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 362 KUHP, Pasal 95 A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan

dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara atau denda Rp 10 miliar.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli