• News

  • Peristiwa

Mumtaz Rais Vs Amien Rais, Pengamat: Rekonsiliasi Atau PAN Jadi "Fosil" di Pemilu 2024

Pengamat politik Wempy Hadir.
Istimewa
Pengamat politik Wempy Hadir.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais bersama para loyalisnya dikabarkan bakal membentuk partai baru bernama PAN Reformasi.

Kabar pembentukan PAN Reformasi mendapat cibiran dari putra Amien Rais yang juga Ketua DPP PAN, Mumtaz Rais. Ia bahkan menyebut partai yang akan dibentuk sang ayah itu sebagai "PAN Halusinasi".

Mengomentari hal tersebut, pengamat politik Wempy Hadir mengatakan, melihat peta kekuatan yang dimiliki Amien Rais, maka sangat mungkin mantan Ketua Umum PAN itu mendirikan partai baru.

"Kalau melihat peta kekuatan yang dimiliki oleh pak Amien Rais, bisa saja dia melakukan konsolidasi dan berhasil mendirikan partai baru," kata Wempy kepada netralnews.com, Rabu (2/9/2020).

Hanya saja, lanjut Wempy, bukan perkara mudah bagi partai baru bentukan Amien Rais cs itu untuk bisa lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold).

"Namun pekerjaan yang berat adalah bagaimana bisa lolos jebakan parliamentary Threshold yang kemungkinan akan naik dari 4 persen," ujarnya.

Di satu sisi, Wempy juga menilai manuver Amien Rais dan para loyalisnya bisa menggerus suara PAN pimpinan Zulkifli Hasan di Pemilu 2024 mendatang.

"Manuver yang dilakukan oleh Amien Rais bisa membuat PAN mengalami decline dalam menyongsong Pemilu 2024," ujar Direktur Indopolling Network itu.

Karenanya, Wempy berpendapat, jalan terbaik bagi PAN saat ini adalah kubu Zulkifli Hasan dan kubu Amien Rais melakukan rekonsiliasi demi masa depan partai berlambang matahari putih itu.

"Jalan yang terbaik bagi eksistensi PAN adalah dengan melakukan rekonsiliasi politik agar PAN tidak menjadi fosil pada pemilu yang akan datang," jelas Wempy. 

Lagipula, tambah Wempy, sangat tidak etis ketika Mumtaz harus berhadapan dengan sang ayah hanya karena kepentingan politik.

"Sebab tontonan yang tidak menarik dan tidak etis adalah ketika Mumtaz Rais harus berhadapan dengan ayah kandungnya hanya karena kepentingan politik," pungkasnya.

Sebelumnya, putra pendiri PAN Amien Rais, Mumtaz Rais mencibir wacana pembentukan PAN Reformasi oleh sang ayah beserta para loyalisnya. Ia menyebut PAN Reformasi sebagai kelompok pengangguran yang berhalusinasi ingin menjadi partai.

Mumtaz bahkan mengejek PAN Reformasi sebagai 'PAN Halusinasi'. Ia juga yakin PAN Reformasi tidak akan terealisasi karena sepi antusiasme dan tidak akan mendapat dukungan dari anggota legislatif fraksi PAN.

“PAN Reformasi ini alih-alih akan terbentuk dan dideklarasikan, malah yang ada nyungsep sebelum tumbuh,” kata Mumtaz kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

"Lihatlah, tidak ada satu pun anggota dewan kita (Fraksi PAN) dan kepala daerah kita yang mengarah ke sana (gabung PAN Reformasi). Kenapa? Karena mereka semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu yang luntang-lantung berhalusinasi mau bikin partai," ucap dia.

Bahkan, Mumtaz bernazar apabila sang ayah dan para pengikutnya berhasil mendirikan PAN Reformasi dan diisi seperempat dari anggota dewan Fraksi PAN, maka ia akan berenang dari Pantai Kapuk (Jakarta Utara) sampai Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

"Kalau memang PAN Halusinasi (PAN Reformasi) sampai beneran terbentuk dan diisi seperempat saja dari anggota dewan kita yang berjumlah sekitar 1.500, maka saya sebagai Ketua POK DPP penjaga tangguh benteng PAN ini akan berenang dari Pantai Kapuk sampai Labuan Bajo, sebagai bentuk giveaway, persembahan dari saya," ujarnya.

Tak hanya itu, Ketua DPP PAN ini juga bernazar akan berenang kembali dari Labuan Bajo ke Pantai Kapuk jika

Menteri Hukum dan HAM menerbitkan surat keputusan (SK) PAN Reformasi.

"Dan tidak cukup sampai di situ. Jika sampai Menkumham memberikan SK untuk PAN Halusinasi ini, maka saya akan beri giveaway lagi. Berenang dari Labuan Bajo sampai Kapuk. Bolak-balik. Kita tunggu sampai Desember," ungkap Mumtaz.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P