• News

  • Peristiwa

‘Teruslah Berkarya walau Tak Berguna‘, AA: Harga Mahal Pilih Pemimpin Berdasar Agama

Ade Armando dan Gubernur Anies Baswedan
Foto: Istimewa
Ade Armando dan Gubernur Anies Baswedan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ade Armando, Jumat (4/9/2020) membuat cuitan di akun Facebooknya menanggapi keputusan Gubernur Anies Baswedan yang telah meresmikan tugu peti mati beberapa waktu lalu.

Ade Armando menulis: "Jakarta menjadi contoh terbaik tentang  harga mahal yg harus dibayar kalau warga memilih pemimpin berdasarkan agama."

Ia juga mengunggah gambar bertuliskan: "Jaring Hitam (waring) tak berguna, Instalasi Getah Getih tak berguna, Batu Gabion HI tak berguna, Mobil Robot Luv-60 tak berguna, Peti Mati tak berguna, Teruslah Berkarya Walau Tak Berguna."

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendirikan dan meresmikan Tugu Peti Mati Covid-19, di Kawasan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta. Berita itu masih terus menjadi sorotan warganet di sosial media.

Tak hanya itu, Pemkot Jakarta Timur juga ikut memasang Tugu Covid-19 secara serentak di sepuluh titik jalan, salah satunya di perempatan Cililitan, Jakarta Timur.

Gubernur Anies menyatakan bahwa dengan adanya tugu itu, masyarakat diharap mentaati 3M yakni mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun secara rutin.

Tugu Peti Mati Covid-19, masih menurut Anies, merupakan sebuah inisiatif masyarakat yang harus diapresiasi sebagai pengingat pada masyarakat agar lebih waspada.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan melakukan pengetatan berskala lokal sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 yang terus melonjak. Pengetatan berskala lokal akan dilakukan di perkantoran hingga pemukiman padat penduduk apabila kasus corona terus terjadi.

Editor : Taat Ujianto