• News

  • Peristiwa

Rakyat Setia di Jalan Agama Dibilang Radikal, Tokoh Papua: Rezim Aneh

Tokoh Papua Christ Wamea menanggapi permasalah yang terjadi di negeri ini.
Istimewa
Tokoh Papua Christ Wamea menanggapi permasalah yang terjadi di negeri ini.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Papua Christ Wamea menanggapi permasalah yang terjadi di negeri ini.

Menurutnya, ada sebuah kelompok yang berupaya mengotak-atik Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila namun mengklaim kelompoknya yang paling Pancasilais.

Sementara rakyat yang setia menjalankan ajaran agama, disebut sebagai kelompok radikal. Ia pun menilai situasi tersebut terjadi pada rezim yang aneh.

"Yang berupaya utak atik pancasila menjadi Trisila dan Ekasila mengklaim diri paling Pancasilais. Sementara rakyat yg setia jalankan ajaran agamanya dibilang radikalisme. Rezim aneh," kata Christ dalam akun Twitternya, @ChristWamea.

Cuitan Christ ini pun mendapat tanggapan beragam dari netizen. Berikut komentar netizen seperti dirangkum Netralnews.com.

Ratu Jawa : Memang aneh. Rakyat lebih pintar menilai, radikal adlh mereka yg baru digrebek di Kuningan, para pemasok& pengedar narkoba, konten dewasa yg mudah diakses hingga kasus kekerasan seksual merajalela, pembuat miras oplosan, perdagangan orang, korupsi.apa kurang radikal?

Abdulloh Markidil3 : Terjadi pembiasaan kontradiksi oleh aparatur pemerintah di negeri ini, apakah yang menjadi target jangka panjangnya?

MantanDuKun @EH16591268 : Dana haiji, dana zakat diurus dengan semangat, yang memberi di sebut radikal, dasar malin kundang dorhaka lu.

Gutteh Yus @YustiawanAnas : Menghabiskan banyak dana dan energi hanya utk pengalihan isu dan menutupi kelemahannya saja. Mempertontonkan kesalahan dan kemudian sibuk mengklarifikasi dan pembenarannya...

Faturrah12 @Faturrah121 : orang jahiliah dulu itu ga bodoh tapi salah berpikir tentang kebenaran.

Senopatiriil@senopatiril : Semua tanngung jawab kepala negara nya, jika dia diam berarti dia sama dengan sifat menteri nya.

tititkebo @titikebo : bukan aneh, tpi tolol. penguasa memainkan isu is is is is, intol intol.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli