• News

  • Peristiwa

Soal Tugu Peti Mati, PKPI: Anies Bisa Didemo Berjilid-jilid oleh Pemegang Lisensi Surga

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Istimewa
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi mengomentari peresmian Tugu Peti Mati oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa hari lalu.

Menurut Teddy, Anies bisa didemo berjilid-jilid oleh kelompok "pemegang lisensi surga" lantaran peti mati dianggap tidak islami.

"Anies Baswedan bisa di demo sampai berjilid julid, karena peti mati itu dianggap tidak islami. Anies bisa dituduh melakukan pengkafiran terang-terangan," tulis Teddy di akun Twitternya, Jumat (4/9/2020).

"Kita tunggu manusia-manusia pemegang lisensi surga dan agama turun kejalan, demo Anies," cuit @TeddyGusnaidi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Tugu Peringatan Covid-19 di kawasan RW 14 Kelurahan Sunter Jaya Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (1/9/2020).

Tujuan pembangunan monumen berbentuk peti mati itu adalah untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya Covid-19.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada warga RW 14 Sunter Jaya yang memiliki inisiatif memasang sebuah tugu peringatan untuk mengingatkan semua tentang risiko Covid-19 tidak terlihat oleh mata virusnya tetapi dampaknya sudah terasa," kata Anies saat peresmian.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berharap, dengan adanya tugu ini, masyarakat semakin sadar untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Karena itu, kita berharap dengan adanya tugu ini sebagai pengingat kepada kita semua dan mudah mudahan kedepan kita bisa lebih waspada," ujar Anies. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati