• News

  • Peristiwa

Hukuman Masuk Peti Mati di Jakarta Mendunia, Elit PKPI Sentil Anies Baswedan

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Istimewa
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyentil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal caranya mendunia.

Teddy mengatakan, jika tidak mampu melakukan hal yang benar untuk bisa mendunia, maka lakukan hal yang sangat bodoh.

Hal tersebut disampaikan Teddy di tengah ramainya sorotan publik terhadap sanksi pelanggaran PSBB Transisi di Jakarta, dimana para pelanggar diminta masuk ke dalam peti mati.

Bahkan, media asing Jerman NTv juga menyoroti hukuman itu dengan menyebut bahwa sanksi masuk ke dalam peti mati bagi pelanggar protokol kesehatan di DKI Jakarta merupakan sesuatu yang aneh.

"Jika tidak mampu melakukan hal yang benar untuk bisa mendunia, maka lakukan hal yang sangat bodoh, pasti bisa mendunia. Iya kan mas Anies? @aniesbaswedan," tulis Teddy di akun Twitternya, @TeddyGusnaidi, Sabtu (5/9/2020).

Sebelumnya diberitakan, sanksi pelanggaran PSBB Transisi di kawasan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, jadi sorotan publik. Pasalnya, para pelanggar PSBB diminta masuk ke dalam peti mati.

Tak hanya di Indonesia, media asing Jerman NTv pun ikut menyoroti hukuman itu.

Dalam artikel berjudul "Maskenverweigerer müssen als Strafe in Sarg steigen" (Orang tak pakai masker harus masuk mati sebagai hukuman) yang dipublikasikan pada Kamis (3/9/2020), NTv menyebut bahwa ibu kota Indonesia memiliki hukuman aneh bagi para pelanggar protokol kesehatan.

"Hukuman corona yang aneh di Indonesia: di Ibu Kota Jakarta, para penolak masker dihukum masuk ke dalam peti mati. Warga yang tertangkap basah tak mengenakan masker diminta memilih hukuman, mulai dari melakukan pengabdian masyarakat, membayar denda atau berbaring di peti mati," demikian kutipan isi artikel NTv.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli