• News

  • Peristiwa

Santuni Penyandang Tuna Netra, Jupiter Sebut Pembagian Kartu Disabilitas Belum Merata

Anggota komisi C DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter bersama istrinya, Risa Lestari menggelar santunan bagi kaum penyandang tuna netra.
Istimewa
Anggota komisi C DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter bersama istrinya, Risa Lestari menggelar santunan bagi kaum penyandang tuna netra.

JAKARTA, BETRALNEWS.COM - Anggota komisi C DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter bersama istrinya, Risa Lestari menggelar santunan bagi kaum penyandang tuna netra di wilayah Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2020) malam.

Pada santunan yang dilakukan dalam rangka tasyakuran perayaan HUT ke-30 sang Istri, Jupiter mengaku berkomitmen memperjuangkan nasib kaum disabilitas.

Dikatakannya, Pemprov DKI Jakarta saat ini telah melaksanakan program bagi kaum tunanetra dan penyandang disabilitas lainya yakni program Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). Namun dalam pelaksanaannya, pendistribusian KPDJ kepada masyarakat berkebutuhan khusus dinilai belum merata. Tercatat baru 10.293 orang yang mengantongi KPDJ.

"Pemprov DKI, khususnya Dinas Sosial terjun langsung ke masyarakat untuk mendata warga yang berhak memperoleh KPDJ," kata Jupiter, Selasa (8/9/2020). 

Program yang sudah digulirkan sejak 2019 ini bertujuan mencegah terjadinya kerentanan sosial bagi para penyandang disabilitas di Jakarta, sekaligus memenuhi kebutuhan dasar mereka. 

Kata Jupiter, seorang penyandang disabilitas itu memiliki kebutuhan khusus. Karena itu, dia memiliki tambahan kebutuhan yang bagi bukan penyandang disabilitas tidak diperlukan. 

"Nantinya dana Rp 300 ribu per bulan itu bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan khusus tersebut," ujar Jupiter. 

Jupiter juga mendorong agar penyandang disabilitas yang belum memperoleh KPDJ agar menemuinya di DPRD DKI Jakarta. 

"Saya akan bantu agar mereka mendapatkan KPDJ. Program ini sudah dianggarkan dalam APBD," pungkas Jupiter. 

Menurut UU No 8 Tahun 2016, penyandang disabilitas adalah individu yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental dan atau sensorik dalam jangan waktu lama. 

Mereka mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P