• News

  • Peristiwa

Kritik Kebijakan Nadiem, Fahri:Cerdas Dikit, Mending Wajibkan TV Siarkan Acara Pendidikan

Fahri sarankan belajar online dari TV nasional.
Waspada
Fahri sarankan belajar online dari TV nasional.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua DPR 2014-2019 Fahri Hamzah mengkritik kebijakan subsidi pulsa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Menurut Fahri di akun Twitternya, @#2020arahbaru, Nadiem kurang cerdas membuat kebijakan itu karena lebih baik ia mewajibkan stasiun tv untuk menyiarkan acara pendidikan sehingga bisa dinikmati masyarakat luas. Menurut Fahri, 50 persen layar tv sudah ada di rumah penduduk

"Pak @nadiemmakarim yth, Dariada sampeyan sibuk beli gadget dan pulsa mendingan wajibkan semua TV untuk menyiarkan scara pendidikan sampai 50%. Layar tv sdh ada di rumah penduduk tapi siarannya alamakkkk! Ayolah cerdas dikit napa bikin kebijakan. @jokowi," tulis Fahri di akun Twitternya, Kamis (10/9/2020).

Cuitan Fahri mendapat banyak respon dari netizen seperti dipantau netralnews.

@Klepon911: Nah! Setuju banget bang, isi siaran TV pagi hari di Indonesia sampah semua, gak ada program utk anak2, isi nya duo srigala doang

@ilhamhabibisaja: Lebih pantes bung FH yg jadi Menteri Pendidikan.

@mathsoul1: Cocokk !!!
Org tua yg anakx 5 org yg bersekolah apa mesti makan kuota bukan beras lagi Krn duit habis buat nyicil android

@AdeIgbal17: Saatnya pemilik media ikut berkontribusi mengatasi persoalan negeri, pakai tarif khusus ya bang @Fahrihamzah (separuh tarif normal, syukur2 free

Sebelumnya, pemerintah menganggarkan total Rp 7,21 triliun untuk subsidi kuota bagi pelajar dan mahasiswa untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19.

Dikutip dari rilis Kementerian Keuangan (Kemenkeu), anggaran Rp 7,21 triliun ini berasal dari anggaran tambahan sebesar Rp 6,72 triliun untuk Kemendikbud dari dana cadangan APBN 2020.

Sedangkan sebesar Rp 492,8 miliar berasal dari realokasi anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Adapun subsidi kuota ini akan diberikan selama 4 bulan dari September hingga Desember 2020.

Besarannya, 35 GB per bulan diberikan kepada 39,78 juta siswa. Sedangkan 50 GB per bulan diberikan kepada 8,24 juta mahasiswa.

Sementara itu guru mendapat 42 GB per bulan dan dosen sebesar 50 GB perbulan. Adapun besar anggaran untuk kuota data pengajar masih dalam perhitungan.


Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani