• News

  • Peristiwa

Ribut Kotak Amal Berujung Maut, Pembacoknya Pengurus DKM, kok Nuansa Seruan HNW Berbeda?

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid
Foto: Istimewa
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menanggapi kasus seorang Imam Masjid yang meninggal dunia akibat dibacok oleh seorang pengurus DKM di masjid tempat kejadian, mendapat sorotan warganet di sosial media.

Diketahui, korban pembacokan tersebut adalah salah satu imam sekaligus Ketua DKM Masjid di Kayuagung Sumatera Selatan (Sumsel) sedangkan pelakunya adalah pengurus DKM. Sebelum insiden terjadi, disebut-sebut mereka sempat alami beda pendapat dalam penanganan Kotak Amal.

Anehnya, Hidayat Nur Wahid dalam akun Twitternya justru mengeluarkan seruan yang bernuansa berbeda dengan menulis "Waspadalah Umat!!!"

Tergelitik oleh hal itu, akun FB @Mak Lambe Turah, Selasa (15/9/2020) membuat cuitan:

Ringkasan berita :
- Imam Sholat yg dibacok adalah ketua DKM
- Pelaku pembacokan : pengurus DKM
- Penyebab : diduga ketidakpuasan terkait penugasan kotak amal masjid
Mohon berhati hati pada yang mengutip dgn "nuansa berbeda"

Dibiasakan kalo ada berita jangan percaya pada judul dan caption sekalipun itu yang ngeser pejabat, biasakan baca dan baca sebelum share.
Jangan sampai kita terpecah belah khususnya terhadap postingan kakek dayat ini

Sebelumnya diberitakan, menanggapi kasus pembacokan seorang imam masjid di Sumsel, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid HNW berdoa, agar imam tersebut dikaruniakan syahadah dan alJannah oleh Allah. Sedangkan pelakunya, HNW harap dihukum mati, dan umat berwaspada.

"InnaaliLlahiwainnaailaiHirajiun. Laahaula wa laa quwwata illa biLlah. Semoga Allah karuniakan syahadah&alJannah. Pembacoknya dihukum mati. Waspadalah Umat!!!," kata HNW, dikutip dari cuitannya, Selasa (15/9/2020).

Peristiwa ini terjadi setelah sebelumnya terjadi kasus serupa, yakni pembacokan pada Tokoh Agama Syekh Ali Jaber. Syekh Ali dibacok oleh seorang lelaki dan alami luka di lengan kanan.

Maka dari itu HNW tegaskan agar menghentikan teror terhadap ulama. Polisi diharap usut tuntas dan memberi sanksi keras pelaku maupun dalang penyerangan Syekh Ali Jaber.

"Penceramah yang good looking, pintar Bahasa Arab dan Hafidh alQuran, agar para Tokoh Agama terlindungi dari rentetan teror dan persekusi," harap HNW.

Imbauan DMI

Sementara itu, dilansir Detik.com, Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyampaikan sejumlah imbauan menyikapi kondisi terkini termasuk insiden pembacokan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman di Sumatera Selatan, Muhammad Arif (61). DMI meminta masyarakat untuk tidak mengeluarkan opini yang berpotensi memperkeruh masalah.

Sekjen DMI, Imam Addaruqutni, awalnya mengaku menerima laporan hampir serupa terkait kasus kekerasan yang menimpa tokoh-tokoh masjid dan ulama. Dia melihat ada satu anomali dari fenomena kasus kekerasan tersebut.

Namun terlepas dari itu, Imam menyerahkan sepenuhnya kasus-kasus tersebut kepada polisi. Dia juga mengimbau warga untuk tidak menyampaikan pendapat yang tidak berdasar.

"Ini kasusnya agar aparat penegak hukum benar-benar mengusut secara transparan. Di samping itu masyarakat harus bersabar, meskipun tidak terelakan masyarakat juga punya opini sendiri dalam hal ini tetapi dewan masjid juga mengimbau agar masyarakat tidak memberikan opini-opini yang tidak berdasar, yang akhirnya menambah isu itu semakin ruwet, atau semakin tidak jelas, atau justru menambah psikologis bagi para masjid dan masyarakat umumnya," ujar Imam saat dihubungi, Selasa (15/9/2020).

Imam juga menyoroti mengenai manajemen keamanan di lingkungan masjid. Dia mengaku sudah berulang kali menyampaikan hal ini kepada para pengurus masjid.

"Bahwa kiranya para pelaksana masjid, dalam hal ini dewan kemakmuran masjid dan takmir di mana pun berada, ini sudah berkali-kali disampaikan, untuk merancang sistem keamanan masjid. Jadi ada yang kita sebut dalam masjid itu idaroh atau manajemen, manajemen itu banyak aspeknya, ada manajemen keuangan, ada manajemen jemaah, ada manajemen program," ujar Imam.

"Sekarang yang harus kita pikirkan lagi manajemen keamanan, manajemen keamanan ini misalnya ini sudah berkali-kali sampaikan di berbagai forum pelatihan masjid juga, itu manajemen keamanan termasuk agar masjid itu memiliki charter atau semacam timbang terima di papan pengumuman bahwa jemaah ini di sini dijamin aman, tidak ada barang kehilangan," sambung Imam.

Seperti diketahui, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, Arif, dibacok bendaharanya saat salat Magrib pada Jumat (11/9). Meyudin membacok Arif sebanyak dua kali menggunakan pedang panjang bergagang plastik. Korban mengalami luka bacok di bagian leher atas kiri.

Korban dibawa ke RSUD Kayuagung kemudian dirujuk ke RSUP Moh Husein, Palembang, untuk mendapatkan perawatan namun akhirnya meninggal dunia. Sedangkan pelaku diamankan di Polsek Kayu Agung

Polisi telah mengamankan pelaku pembacokan tersebut. Aksi nekat itu dilakukan pelaku murni karena sakit hati.

"Murni tersinggung karena tidak ada juga penjelasan dari korban minta kunci kotak amal diserahkan ke bendahara. Jadi saat salat Magrib, pada rakaat pertama pelaku melihat korban, dia pulang langsung ambil parang dan korban dibacok," kata Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI), AKBP Alamsyah Palupesy, kepada detikcom, Selasa (15/9).

Editor : Taat Ujianto