• News

  • Peristiwa

Sinergi Kawal BUMN Apresiasi Pemikiran Ahok Bentuk Superholding BUMN 

 Peneliti Sinergi Kawal BUMN, Willy Kurniawan
Istimewa
Peneliti Sinergi Kawal BUMN, Willy Kurniawan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sinergi Kawal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyoroti pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait pembentukan Superholding Indonesia Incorporation.

Sebelumnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu, melalui video yang beredar meminta, Kementerian BUMN dibubarkan saja dan berganti menjadi Superholding, Indonesia Incorporation.

Dalam video tersebut, Ahok menilai, Kementerian BUMN menjadi institusi yang tak dapat dikontrol, termasuk oleh presiden sekalipun. Maka perlu dipikirkan sebuah wadah yang lebih pas, yaitu Superholding.

Peneliti Sinergi Kawal BUMN, Willy Kurniawan mengatakan, wacana Superholding sesungguhnya telah dimulai sejak Periode Pertama Presiden Jokowi. Dimana Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno telah menyusun roadmap pembentukan Superholding BUMN.

"Menteri BUMN sebelum Erick, Rini Soemarno telah menyusun roadmap pembentukan Superholding BUMN yang dibagi menjadi beberapa cluster, sektor Konstruksi dan Karya, Migas, Pertanian dan Perkebunan, Tambang, Semen," kata Willy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2020).

Namun, jelas Willy, Menteri BUMN saat ini, Erick Thohir membatalkan konsep Superholding dan merubah menjadi Sub Holding BUMN. Dari sisi strategi, tentu berbeda jauh dari yang dijalankan oleh Rini Soemarno.

"Yang pasti, wacana pembubaran Kementerian BUMN yang akan berubah menjadi Superholding BUMN merupakan sebuah rencana besar yang tertunda," ujar dia.

Dari sisi strategis, menurut Willy, yang menjadi keluh kesah Ahok merupakan realitas dan kebutuhan jangka panjang yang patut didukung.

Eksistensi Kementerian BUMN sebagai sebuah mesin pengelola bisnis BUMN, kata dia, harus berubah menjadi entitas bisnis murni sebagai jawaban atas perubahan zaman.

"Semangat ini yang mesti menjadi spirit bagi semua pihak, termasuk Menteri BUMN saat ini, Erick Thohir," tuturnya.

Willy menilai, pandangan Ahok perlunya Superholding patut diacungi jempol. Karena dirinya berpendapat, apa yang menjadi pemikiran Ahok tentu berdasar suatu pemikiran mendalam dan sebuah perhitungan matang.

"Pandangan Ahok perlun diacungi jempol. Apa yang menjadi pemikiran dia (Ahok) tentu berdasar suatu pemikiran mendalam dan sebuah perhitungan matang," jelas Willy.

Diungkapkan Willy, semestinya peta jalan menuju Indonesia Incoporation seperti pandangan Ahok, patut dicoba. Ia meminta, agar Presiden Jokowi memberi peluang bagi Ahok untuk menuntaskan konsep tersebut, agar dapat membuktikan kebenaran pikirannya. 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati