• News

  • Peristiwa

Novel Bamukmin Beberkan Pentingnya Generasi Muda Nonton Film G30S/PKI

Novel Bamukmin beberkan pentingnya generasi muda nonton Film G30S/PKI
PA 212
Novel Bamukmin beberkan pentingnya generasi muda nonton Film G30S/PKI

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin berbicara tentang pentingnya generasi sekarang dan yang akan datang menonton film G30S/PKI untuk mengetahui sejarah kebiadaban Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Film dokumenter tentang kebiadaban PKI harus sampai kepada generasi sekarang dan selanjutnya, khususnya anak-anak sekarang," kata Novel kepada netralnews.com, Senin (28/9/2020).

"Agar mereka tahu sejarah sebagai jati diri bangsa bahwa berdirnya bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan oleh peran rakyat Indonesia baik ulama maupun TNI serta umat beragama yang lainnya," sambungnya.

Dengan menyaksikan film tersebut, tambah Novel, maka generasi muda akan mehami bahwa PKI menjadi musuh bersama sehingga perlu diwaspadai kebangkitannya di Indonesia.

"Generasi sekarang agar paham bahwa PKI adalah musuh agama manapun dan sudah menjadi musuh bersama. Karena korban kebiadaban PKI waktu itu juga ada DI Panjaitan dan Piere Tendean, dan komunis di luar negri pun membantai puluhan uskup serta puluhan ribu pendeta dan 800 ribuan umat Islam," ungkapnya.

"Dan sejarah PKI di Indonesia sangat kelam, bukan sekedar meneruskan ideologi komunis tapi juga dendam turunan untuk itu kita harus waspada," jelas Novel.

Wakil Ketua Dewan Muzakarah Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) DKI Jakarta itu kemudian menjelaskan soal sejarah pemberontakan komunis di Indonesia yang dilakukan pada tahun 1926, 1948 hingga 1965.

"Pemberontakan komunis sudah dengan paham komunis berbagai cara baik dari Uni Soviet maupun China. Pelaku yang membantai umat Islam tahun 1948 adalah keturunan PKI 1926 dan pembantai umat Islam tahun 1965 adalah keturunan PKI tahun 1948," ungkapnya.

Melihat rangkaian pemberontakan PKI itu, Novel mengatakan bahwa bukan tidak mungkin PKI akan kembali bangkit. "Bukan tidak mungkin bangkitnya PKI saat ini adalah keturunan anak cucu PKI tahun 1965," terangnya.

Apalagi, menurut Novel, sudah ada tanda-tanda bangkitnya neo PKI. "Saat ini mereka sudah mulai terang-terangan bangkit seperti dikeluarkannya RUU HIP yang jelas diinisiasi oleh PDIP dan sudah terlapor inisiatornya dan juga dengan adanya BPIP yang mengatakan bahwa agama adalah musuh besar Pancasila," jelas Novel.

Karena itu, ditegaskan Novel, pihaknya selalu menyerukan agar sejarah kelam pengkhianatan PKI yang disajikan lewat film G30S/PKI mesti ditonton seluruh rakyat Indonesia, khususnya generasi muda agar tahu soal kebiadaban komunis di masa lalu, sekaligus mewaspadai bangkitnya neo PKI.

"Kami PA 212 sudah bertahun-tahun selalu menyerukan kepada masyarakat untuk setiap tahun menggelar nobar film G30S/PKI dan juga meminta kepada seluruh stasiun TV serempak menayangkan pemutaran film G30S/PKI demi mengingat kebiadaban PKI," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani