• News

  • Peristiwa

Dilema Partai Baru Amien Rais Diprediksi Sulit Berkembang

Dilema Partai Baru Amien Rais Diprediksi Sulit Berkembang
Youtube
Dilema Partai Baru Amien Rais Diprediksi Sulit Berkembang

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Karyono Wibowo menilai Partai Ummat bentukan Amien Rais dan koleganya sulit berkembang dan tidak mudah lolos ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold.

"Partai baru yang didirikan Amien Rais dan koleganya sulit berkembang. Partai tersebut tidak mudah untuk lolos di Parlemen," kata Karyono kepada netralnews.com, Jumat (2/10/2020).

Menurutnya, Partai Ummat harus berebut ceruk pemilih dengan semua partai, termasuk dengan Partai Amanat Nasional (PAN) pimpinan Zulkifli Hasan yang dulu ia didirikan bersama sejumlah tokoh.

"Partai Ummat tetap harus berjibaku merebut suara di pemilu nanti, partai baru yang didirikan Amien akan berebut ceruk pemilih partai Islam dan bersaing dengan partai berhaluan nasionalis," ujar Karyono.

"Dengan posisi seperti itu, partai baru bentukan Amien tidak mudah untuk merebut pemilih," sambung Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) itu.

Karyono menambahkan, Amien Rais mungkin berharap dapat merebut suara dari basis Muhammadiyah dan dukungan dari golongan umat Islam lainnya. Tetapi nampaknya hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Pasalnya, basis pemilih Muhammadiyah telah menyebar ke sejumlah partai. Sebagian preferensi pemilih Muhammadiyah menyalurkan aspirasinya ke PAN, sebagian lagi ke partai lain dimana sejumlah partai juga mengakomodir tokoh-tokoh Muhammadiyah yang tentu saja dapat menyedot suara Muhammadiyah," jelasnya.

Pun demikian, lanjut Karyono, umat Islam yang tergabung dalam Nahdlatul Ulama (kalangan nahdliyin), Persis, LDII dan lain-lain telah menjadi rebutan sejumlah partai, tidak hanya partai Islam tapi juga partai nasionalis.

"Oleh karenanya, sebagai pendatang baru, partai besutan Amien Rais harus bekerja keras untuk merebut ceruk pemilih yang sudah "terkavling" itu. Salah satunya, perlu membuat deferensiasi dan gebrakan luar biasa yang membedakan dari yang lain," ungkap Karyono.

"Jika gagal membangun deferensiasi dan gebrakan program yang dapat menarik simpati, maka sulit bagi Amien Rais dan koleganya meloloskan partainya ke senayan," tandas Karyono.

Dari situ, kata Karyono, ada kecenderungan kuat partai yang dideklarasikan pada Kamis (1/10/2020) kemarin itu akan mengambil sikap oposisi diametral dan non kompromis dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), sebagai salah satu pembeda.

"Namun demikian, perjuangan Amien, dkk belum tentu mulus karena harus bersaing dengan PKS, Demokrat dan PAN yang berada di luar koalisi pemerintah. Dengan demikian, posisi Partai Ummat berada dalam kondisi dilema," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani